Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah sepatu kulit lengkap dengan talinya terawetkan selama 6.000 tahun di sebuah gua di Armenia. Desain dan cara produksi sepatu tersebut yang dinilai "modern" membuat ilmuwan terperangah.
Sepatu itu ditemukan oleh tim arkeologi di gua yang diberi nama Areni-1 pada 2008. Lokasinya ada antara tebing di wilayah tenggara Armenia.
Salah satu arkeolog, Diana Zardaryan, bercerita temuannya sangat mengagetkan sehingga banyak orang tidak percaya.
"Saya tahu artefak organik sangat jarang ditemukan dalam ekskavasi. Tidak ada orang yang percaya saya. Namun, mimpi saya menjadi nyata. Saya menemukan sebuah sepatu," katanya seperti dikutip IFL Science.
Posisi Areni-1 sangat unik karena berada di persimpangan benua Afrika, Asia, dan Eropa.
"Pada periode Chalcolithic [Zaman Perunggu] lokasi tersebut kemungkinan adalah pos perdagangan besar, atau tempat dengan nilai strategis sebagai rute antar-peradaban," kata Ron Pinhasi, arkeolog di University of Vienna.
Di sisi lain, Armenia masih jarang menjadi lokasi penggalian dibanding wilayah lainnya. "Karena itu, banyak elemen misterius yang belum diketahui di sana," kata Pinhasi.
Zardaryan menyatakan dirinya dan Pinhasi menemukan sepatu tersebut di tempat yang tak terduga.
"Kami sedang membersihkan lantai tanah liat, ada tumpukan alang-alang kering. Setelah saya membersihkan tanah dari alang-alang itu, saya menggali lebih dalam dan menemukan sebuah lubang. Lubang itu dilapisi oleh tanah liat kuning," ceritanya.
Di dasar lubang, ia menemukan sebuah mangkuk terbalik, sepasang tanduk, dan sisa tulang ikan. Ketika mangkuk tersebut diangkat, di bawahnya ia menemukan sepatu.
"Saya merasakan sebuah benda organik, tadinya saya kira telinga sapi. Saya mengambilnya dan terkejut. Itu adalah sebuah sepatu. Bahkan talinya masih awet," kata Zardaryan.
Para peneliti pada awalnya memperkirakan sepatu tersebut berusia 600-700 tahun karena kondisinya yang masih sangat bagus. Sepatu tersebut dibuat dari kulit utuh dengan 19 lubang tali.
"Ini adalah sepatu dalam pengertian modern, teknologi dan metode pembuatannya masih digunakan hingga 1950-an di Irlandia dan wilayah lain di Eropa," kata Pinhasi seperti dikutip oleh Science News.
Setelah lewat analisis radio karbon, sepatu tersebut ternyata berusia 5.500 tahun. Artefak itu ternyata adalah alas kaki kulit paling tua, dibuat bahkan sebelum manusia menemukan teknologi untuk membuat alat perunggu.
"Semua orang kaget sebuah sepatu berusia 6.000 tahun bisa awet. Bahkan tali sepatunya masih awet," kata Zardaryan.
IFL Science menjelaskan sepatu tersebut bisa awet selama 6 milenium karena tersimpan di ruang yang dingin dan kering di bawah lapisan kotoran domba yang tebal. Bahkan, jerami yang disumpalkan ke dalam sepatu masih awet.
Meskipun bukan alas kaki paling tua yang pernah ditemukan, artefak dari gua Areni-1 adalah yang paling tua dengan bentuk serupa dengan desain sepatu modern yaitu menutup jari kaki, dengan tali, dan terbuat dari kulit.
Ukuran sepatu tersebut setara dengan ukuran sepatu modern 37.
(dem/dem)
Addsource on Google

2 hours ago
2

















































