Ilmuwan Ungkap Cara “Selamatkan” Bumi dari Kiamat Matahari

5 days ago 4
Ilmuwan Ungkap Cara “Selamatkan” Bumi dari Kiamat Matahari Ilustrasi(magnifik)

BAYANGKAN Bumi memiliki “payung” raksasa untuk menahan panas Matahari, atau orbit planet kita perlahan digeser agar menjauh dari bintang yang menjadi sumber kehidupan. Kedengarannya seperti cerita fiksi ilmiah, tetapi skenario tersebut ternyata masuk dalam perhitungan ilmiah tentang masa depan Bumi.

Peneliti Gabriel Harry melalui studi berjudul Retaining Earth's Habitability Beyond the Life of the Sun mengeksplorasi berbagai konsep megaengineering untuk mempertahankan Bumi tetap layak huni ketika Matahari semakin terang dan pada akhirnya memasuki fase akhir kehidupannya.

Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of the British Interplanetary Society yang dapat di akses di arxiv pada 2026 itu bahkan memperkirakan bahwa, dalam skenario teoritis tertentu, kelayakhunian Bumi dapat dipertahankan hingga sekitar 9,1 juta miliar tahun.

Matahari Bisa Menjadi “Kiamat” Bumi

Selama ini Matahari dikenal sebagai sumber energi yang memungkinkan kehidupan berkembang. Namun, bintang tersebut terus mengalami perubahan.

Menurut penelitian Harry, luminositas Matahari akan meningkat secara bertahap. Dalam sekitar satu miliar tahun, peningkatan energi tersebut dapat membuat Bumi semakin panas dan menyebabkan hilangnya air di permukaan.

Ancaman yang lebih besar muncul ketika Matahari memasuki fase raksasa merah. Ukurannya akan membesar secara drastis dan kondisi di tata surya bagian dalam berubah ekstrem.

Selain Matahari, penelitian tersebut juga mempertimbangkan ancaman lain terhadap kelayakhunian Bumi, termasuk hilangnya air, berhentinya aktivitas tektonik, perubahan rotasi planet, tabrakan dengan benda langit, serta gangguan dari luar tata surya.

“Payung” Raksasa untuk Bumi

Salah satu ide paling mencolok dalam penelitian ini adalah sunshade, struktur raksasa yang ditempatkan di antara Bumi dan Matahari.

Fungsinya mirip payung, tetapi dalam skala luar angkasa. Struktur tersebut akan menghalangi sebagian energi Matahari sebelum mencapai Bumi sehingga suhu planet dapat dikendalikan.

Harry mengeksplorasi penempatan struktur di sekitar titik Lagrange L1. Dalam salah satu skenario, ukuran struktur tersebut dapat mencapai sekitar 1,5 juta kilometer.

Konsep ini tentu jauh berbeda dari teknologi satelit saat ini. Membangun struktur sebesar itu membutuhkan sumber daya, energi, material, dan kemampuan rekayasa yang belum dimiliki manusia.

Bagaimana Jika Orbit Bumi Harus Dipindahkan?

Ketika Matahari semakin terang dan akhirnya membesar menjadi raksasa merah, mengurangi cahaya yang sampai ke Bumi mungkin tidak lagi cukup.

Karena itu, Harry juga membahas kemungkinan menggeser orbit Bumi agar planet ini bergerak lebih jauh dari Matahari.

Salah satu konsepnya memanfaatkan interaksi gravitasi dengan benda-benda langit. Dengan pengaturan lintasan yang sangat presisi, energi orbital dapat ditransfer sehingga orbit Bumi perlahan berubah.

Dalam skenario teoritis, cara tersebut dapat membuat Bumi bergerak ke orbit yang lebih jauh. Namun, risikonya juga sangat besar. Kesalahan perhitungan dapat membuat benda langit yang digunakan justru membahayakan planet.

Bahkan Matahari Buatan Ikut Dipikirkan

Jika suatu saat energi Matahari tidak lagi dapat diandalkan, manusia membutuhkan sumber energi alternatif dalam skala planet.

Penelitian tersebut turut mengeksplorasi konsep sumber cahaya buatan yang dapat menggantikan energi Matahari. Salah satu kemungkinan yang dibahas adalah memanfaatkan energi fusi dengan sumber daya dari planet raksasa gas di tata surya.

Peneliti juga membahas cara mempertahankan aktivitas internal Bumi. Salah satu skenario paling ekstrem bahkan melibatkan antimateri sebagai sumber energi untuk membantu menjaga panas interior planet.

Namun, konsep tersebut masih jauh dari kemampuan teknologi manusia saat ini. Produksi dan pemanfaatan antimateri dalam skala seperti itu merupakan tantangan yang sangat besar.

Bumi Bisa “Diselamatkan” hingga 9,1 Juta Miliar Tahun

Jika berbagai sistem tersebut dapat diwujudkan dan berfungsi secara bersamaan, Harry memperkirakan masa kelayakhunian Bumi secara teoritis dapat mencapai sekitar 9,1 juta miliar tahun.

Angka tersebut bahkan jauh melampaui usia Matahari yang saat ini sekitar 4,6 miliar tahun.

Meski terdengar seperti skenario film fiksi ilmiah, penelitian ini bukan prediksi bahwa manusia akan segera membangun struktur raksasa untuk menyelamatkan Bumi. Semua gagasan tersebut masih berupa konsep dan perhitungan teoritis. 

Sumber: arxiv

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |