Imbauan BPOM RI buat Orang Tua yang Terlanjur Beli Sufor Nestle

2 hours ago 2

CNN Indonesia

Kamis, 15 Jan 2026 12:46 WIB

BPOM mengimbau masyarakat yang sudah terlanjur membeli produk sufor Nestle terdampak penarikan untuk menghentikan penggunaan. Ilustrasi. BPOM mengimbau masyarakat yang sudah terlanjur membeli produk sufor Nestle terdampak penarikan untuk menghentikan penggunaan. (iStockphoto/dragana991)

Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI mengimbau masyarakat yang sudah terlanjur membeli produk susu formula Nestle terdampak kabar kontaminasi cereulide untuk menghentikan penggunaan.

"Kembalikan produk tersebut ke tempat pembelian atau hubungi layanan konsumen PT Nestle Indonesia untuk proses pengembalian atau penukaran," ujar BPOM dalam keterangan tertulis, Rabu (14/1).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Produk Nestle yang dimaksud adalah S-26 Gold pHPro 1 dengan nomor bets 51530017C2 dan 51540017A1. Kedua produk tersebut terdampak kabar kontaminasi cereulide.

Cereulide pada dasarnya merupakan bakteri toksin yang sangat sulit dihancurkan, bahkan dengan air mendidih sekali pun.

Jika tertelan, bayi dapat mengalami gejala keracunan seperti mual-muntah hebat, kram perut, dan diare dengan cepat.

Sebelumnya, Nestle memang menarik produk susu formula di sejumlah negara karena alasan potensi kontaminasi cereulide. Berdasarkan penelusuran data importasi BPOM, dua bets produk susu formula yang terdampak juga telah diimpor ke Indonesia.

"Namun, hasil pengujian terhadap sampel dari kedua bets menunjukkan bahwa toksin cereulide tidak terdeteksi," ujar Kepala BPOM RI Taruna Ikrar, mengutip Antara.

Hingga kini, sambung Taruna, belum ada laporan kejadian sakit yang terkonfirmasi di Indonesia, yang berkaitan dengan konsumsi produk susu formula tersebut.

PT Nestle Indonesia sendiri telah menarik seluruh produk susu formula bayi dengan nomor bets terdampak secara sukarela di bawah pengawasan BPOM.

"Keamanan pangan dan kesejahteraan bayi adalah prioritas utama kami. Masalah ini teridentifikasi berasal dari bahan baku minyak arachidonic acid (ARA) yang dipasok oleh salah satu mitra kami," ungkap pihak Nestle dalam pernyataan resminya.

(asr)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |