Presiden FIFA Gianni Infantino.(RONALD MARTINEZ / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)
GELOMBANG tekanan politik yang menerjang Presiden FIFA, Gianni Infantino, dinilai tak akan menggoyahkan posisinya. Meski terancam mosi tidak percaya yang diusung sejumlah konfederasi besar, Infantino diklaim masih mengantongi dukungan mayoritas suara dari asosiasi anggota FIFA.
Pernyataan tersebut ditegaskan oleh Presiden Federasi Sepak Bola Kongo (Fecofa), Véron Mosengo-Omba. Tokoh yang dikenal sebagai sekutu dekat Infantino itu optimistis sang Presiden FIFA tidak akan tumbang dalam Kongres FIFA mendatang.
"Sebagian besar federasi tetap mendukungnya. Tanyakan saja pada kongres. Sekarang orang-orang berusaha menyerang Gianni, padahal saya siap pasang badan untuknya," ujar Mosengo-Omba.
Hubungan Infantino dengan sejumlah konfederasi seperti UEFA, Concacaf, dan AFC merenggang buntut dari rencana pembentukan Fifa Forward Enterprise (FFE). Proyek yang menggandeng bank AS, JP Morgan, tersebut berencana menjual 21 persen hak komersial Piala Dunia kepada investor swasta dengan iming-iming suntikan dana distribusi hingga 10 miliar dolar AS kepada seluruh anggota FIFA.
Langkah kontroversial tersebut menuai penolakan keras karena dinilai berisiko menyerahkan kendali penyelenggaraan Piala Dunia kepada korporasi swasta. Menyusul gelombang kritik yang kian meluas serta pemecatan COO FIFA Kevin Lamour yang menentang rencana tersebut, Infantino akhirnya resmi membatalkan skema FFE.
UEFA bersama konfederasi mitra dikabarkan terus berupaya menggalang kekuatan guna menggelar Kongres Luar Biasa FIFA. Namun, untuk meloloskan mosi tidak percaya dan melengserkan Infantino, kubu oposisi membutuhkan setidaknya 106 suara dari total 211 federasi anggota FIFA, sebuah ambang batas yang dinilai sulit ditembus mengingat solidnya dukungan dari federasi-federasi berkembang.
(Theguardian/P-4)













































