Jakarta, CNBC Indonesia - Mengetahui tanda serangan jantung bukan hanya tugas tenaga medis. Hal ini bisa menjadi pengetahuan dasar yang harus dimiliki setiap orang.
Spesialis jantung dan pembuluh darah, Dr. dr. Isman Firdaus, Sp.JP SubSp IKKV (K), KI (K), MPH mengatakan jika Anda menemukan seseorang mengalami gejala nyeri dada akibat serangan jantung, yakni segera istirahatkan pasien. Jangan biarkan mereka berjalan atau melakukan aktivitas fisik apa pun karena akan memperberat kerja jantung.
"Yang harus dilakukan orang sekitarnya jika melihat orang nyeri dada tentu harus diistirahatkan. Bisa duduk atau berbaring dengan posisi 30-40 derajat. Sambil meminta atau mengantarkan orang yang mengalami kondisi tersebut ke fasilitas terdekat," kata dr. Isman dalam akun Youtube RS Harapan Kita, Jumat (16/1/2026).
Lebih lanjut, dia mengatakan apabila ada tanda serangan jantung seperti ST Elevasi baik dari EKG maupun Elektrokardiografi maka kondisi tersebut dinamakan dengan STEMI atau serangan jantung yang membutuhkan tata laksana reperfusi segera.
Pasien yang mengalami kondisi ini tersebut memerlukan tindakan medis seperti pemasangan ring jantung. Ring berfungsi untuk membuka arteri yang tersumbat dan melancarkan aliran darah.
Selain itu, pasang ring jantung juga dapat mencegah terbentuknya penyumbatan baru dan meminimalkan kambuhnya serangan jantung.
"Kita punya waktu 12 jam untuk menolong pasien dengan STEMI. Apabila terkenanya jam 6 pagi maka kita punya waktu sampai jam 6 sore untuk dilakukan reperfusi yakni membuka aliran yang tersumbat," paparnya.
Selain itu, dr. Isman menyarankan jika melihat atau mengalami keluhan nyeri dada atau serangan jantung maka pastikan tetap tenang. Hindari mengejan, hindari berbagai aktivitas dan segera datangi fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perekaman jantung. Ini untuk memastikan apakah ada serangan jantung atau tidak.
(miq/miq)
[Gambas:Video CNBC]

1 hour ago
1
















































