Ilustrasi(magnifik)
GERHANA Matahari selalu menjadi tontonan langka yang mengundang rasa penasaran. Namun, di balik keindahannya, menatap Matahari secara langsung, bahkan hanya dalam hitungan detik, dapat membawa risiko serius yang belum tentu diketahui banyak orang.
Tanpa perlindungan mata yang tepat, cahaya Matahari dapat menyebabkan cedera pada retina. Salah satu laporan kasus menunjukkan seorang perempuan dewasa muda mengalami retinopati surya setelah menyaksikan Gerhana Matahari pada 2017.
Kenapa Gerhana Matahari Berbahaya
Gerhana Matahari tidak membuat cahaya Matahari menjadi aman untuk dilihat langsung. Saat gerhana sebagian, sebagian permukaan Matahari masih terlihat meski hanya berbentuk sabit.
NASA menjelaskan, selama gerhana sebagian tidak ada fase totalitas ketika Bulan sepenuhnya menutupi permukaan terang Matahari. Karena itu, gerhana tidak boleh dilihat secara langsung tanpa perlindungan mata khusus. Cahaya Matahari yang masih terlihat dapat menyebabkan cedera pada mata.
Berbeda dengan fase totalitas pada gerhana Matahari total. Ketika Bulan sepenuhnya menutupi permukaan terang Matahari, pengamatan langsung dapat dilakukan dalam waktu singkat. Namun, pelindung mata harus kembali digunakan segera setelah bagian terang Matahari mulai terlihat.
Tatap Gerhana, Retina Alami Gangguan
Kasus tersebut terjadi saat Gerhana Matahari pada 21 Agustus 2017. Dalam laporan yang diterbitkan di JAMA Ophthalmology, seorang perempuan berusia 20-an melihat tepi Matahari beberapa kali selama sekitar enam detik tanpa kacamata pelindung.
Ia kemudian kembali melihat gerhana selama sekitar 15 hingga 20 detik menggunakan kacamata gerhana yang produsennya tidak diketahui.
Sekitar empat jam setelah menyaksikan gerhana, ia mengalami pandangan kabur, distorsi penglihatan dan perubahan warna yang lebih berat pada mata kiri. Ia juga melihat bintik hitam di bagian tengah mata kirinya.
Gangguan Terlihat pada Sel Retina
Pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan pada fovea, bagian tengah retina yang berperan dalam penglihatan pusat. Pada mata kiri, pemeriksaan menunjukkan gangguan yang lebih luas pada fotoreseptor kerucut, yaitu sel retina yang berperan menangkap cahaya.
Pencitraan retina beresolusi tinggi menunjukkan adanya gangguan pada susunan fotoreseptor tersebut. Pada mata kiri, area gangguan sesuai dengan lokasi central scotoma, yaitu area di bagian tengah penglihatan yang mengalami kehilangan fungsi penglihatan.
Kondisi itu disebut solar retinopathy, yaitu cedera retina akibat melihat Matahari secara langsung. Laporan tersebut menunjukkan bahwa retinopati surya akut dapat menyebabkan cedera dan gangguan fungsi pada fotoreseptor kerucut di fovea.
Gangguan Penglihatan Masih Ditemukan
Enam minggu setelah gerhana, central scotoma pada mata kiri perempuan tersebut masih ditemukan. Bentuk lesi yang terlihat pada pencitraan retina mata kiri juga sesuai dengan pola gangguan penglihatan yang digambarkan pasien. Para peneliti menyebut bentuk lesi tersebut menyerupai tepi Matahari saat gerhana sebagian.
Laporan tersebut menyimpulkan bahwa retinopati surya akut dapat menyebabkan cedera pada fotoreseptor kerucut di fovea. Peneliti juga menilai orang dewasa muda perlu mendapat informasi yang lebih baik mengenai risiko
Sumber: JAMA Ophthalmology, NASA















































