KEK Gresik Jadi Basis Hilirisasi, Serap Ribuan Tenaga Kerja

3 hours ago 1

Presiden Prabowo Subianto melakukan groundbreaking proyek hilirisasi nasional tahap II di Refinery Unit IV Cilacap, Jawa Tengah, pada Rabu (29/4/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, GRESIK — Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menekankan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE Gresik menjadi basis pengembangan hilirisasi tembaga dan emas yang mendorong serapan tenaga kerja dan stabilitas sosial di daerah. Proyek ini diposisikan sebagai penguatan industri bernilai tambah yang menopang ekonomi nasional.

Pengembangan ekosistem hilirisasi terintegrasi tersebut ditandai melalui seremoni groundbreaking hilirisasi nasional tahap II oleh Danantara. Proyek ini diproyeksikan mampu menyerap hingga 7.500 tenaga kerja, dengan fasilitas produksi brass mill dan brass cups berkapasitas 10.000 ton per tahun serta pabrik manufaktur emas logam mulia berkapasitas 30 ton per tahun.

“Sinergi lintas sektor menjadi kunci utama, karena kestabilan sosial dan penyerapan tenaga kerja akan menentukan seberapa baik hilirisasi ini terwujud di bumi pertiwi. Tentu, prioritas utama kita adalah memberikan ruang seluas-luasnya bagi tenaga kerja Indonesia,” kata Emil saat menghadiri seremoni groundbreaking hilirisasi tahap II di KEK Gresik, Senin (4/5/2026).

Ekosistem industri ini dibangun melalui sinergi sejumlah BUMN, mulai dari MIND ID, DEFEND ID, ANTAM, Freeport Indonesia, Pindad, hingga Pelindo. Integrasi tersebut mencakup rantai industri dari pengolahan hingga logistik, menegaskan posisi KEK Gresik sebagai simpul hilirisasi terintegrasi.

Emil menjelaskan hilirisasi di KEK Gresik telah bergerak ke produk turunan tingkat lanjut. Kebutuhan tenaga kerja tidak hanya muncul pada tahap konstruksi, tetapi juga berlanjut pada fase operasi dan pengembangan industri turunannya.

“Potensi penyerapan tenaga kerjanya cukup besar, mencapai 7.000 orang lebih. Mereka akan tersebar di berbagai lini, mulai dari pengolahan katoda tembaga menjadi pipa dan kawat, hingga fasilitas bahan baku amunisi di bawah Defend ID dan pengolahan emas oleh Antam,” ujarnya.

Menurut Emil, penciptaan lapangan kerja tersebut berpotensi mendorong peningkatan kualitas tenaga kerja daerah. Hal ini membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat sekitar.

“Kami sangat mensyukuri adanya keberpihakan afirmasi bagi masyarakat di wilayah Gresik dan Jawa Timur. Inilah tumpuan harapan kita agar Indonesia mampu berkompetisi di kancah global tanpa meninggalkan kesejahteraan masyarakat daerah,” tuturnya.

Ia menambahkan penyerapan tenaga kerja ini dapat memperkuat pemerataan manfaat ekonomi di Jawa Timur, termasuk kawasan Gerbangkertosusila yang berkontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. Strategi hilirisasi dijalankan melalui kolaborasi agar dampaknya tidak terpusat.

“Hilirisasi tahap awal biarlah dirasakan oleh daerah penghasil di hulu. Di Jawa Timur, kita berfokus pada hilirisasi tahap lanjut yang bersifat multi-komoditas. Semangat kita adalah kolaborasi, memastikan kemajuan ini dirasakan bersama, bukan sendiri-sendiri,” kata Emil.

Pengembangan hilirisasi terintegrasi di KEK Gresik menegaskan peran kawasan ini sebagai basis industri hilir strategis. Proyek ini diharapkan memperluas dampak ekonomi sekaligus memperkokoh posisi Jawa Timur dalam peta industri nasional.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |