Jamaah haji Indonesia berjalan menuju Jamarat untuk melempar jumrah aqobah di Mina, Makkah, Arab Saudi, Rabu (27/5/2026). Lempar jumrah aqobah pada 10 Zulhijah merupakan salah satu wajib haji yang dilakukan sebagai simbol pengusiran setan yang pernah dilakukan Nabi Ibrahim AS.
REPUBLIKA.CO.ID, MINA -- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Arab Saudi mengimbau jamaah haji untuk memperhatikan, memeriksa dan merawat kaki secara rutin selama beraktivitas di Mina. Kemenkes Saudi juga menyarankan jamaah haji memilih alas kaki yang nyaman, mencuci dan mengeringkan kaki secara menyeluruh, terutama di antara jari-jari kaki.
Kemenkes Saudi mengimbau jamaah haji untuk menghindari berjalan tanpa alas kaki, mengingat penderita diabetes termasuk kelompok yang paling rentan terhadap luka dan borok. Jamaah haji perempuan diimbau untuk mengenakan kaus kaki yang sesuai untuk mencegah lecet dan iritasi kulit, sehingga mengurangi cedera yang terkait dengan berjalan dan bergerak selama ritual haji.
Dikutip dari laman Saudi Gazette, Kamis (28/5/2026) Kemenkes Saudi juga mendorong jamaah haji untuk menghubungi nomor layanan 937 untuk mendapatkan bantuan dan konsultasi medis. Kementerian menekankan bahwa pedoman ini merupakan bagian dari layanan kesadaran kesehatan komprehensif yang disediakan oleh sistem perawatan kesehatan untuk meningkatkan kesehatan dan keselamatan jamaah haji selama musim haji.
Di tempat lain, Arab News pada Kamis (28/5/2026) melaporkan bahwa fasilitas Jamarat modern merupakan salah satu proyek pembangunan paling signifikan di Arab Saudi di tempat-tempat suci. Menurutnya, fasilitas tersebut mewakili lompatan besar dalam manajemen kerumunan yang dibangun dengan standar teknik dan operasional internasional tertinggi.
Dengan kapasitas melebihi 300.000 jamaah per jam, fasilitas ini memungkinkan pergerakan kerumunan yang aman dan lancar selama ritual pelemparan batu pada puncak Hari-hari Tashreeq.

7 hours ago
4
















































