Korban Longsor Maut di Bandung Barat Menanti Janji Relokasi Rumah yang Belum Ditepati

2 hours ago 1

Warga Melintas di Lokasi Bencana Tanah Longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Dulunya Lokasi itu Dihuni Puluhan Rumah yang Kini Berubah Menjadi Hamparan Tanah dan Muncul Sungai Kecil.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Warga Desa Pasirlangu Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat masih menantikan kepastian relokasi tempat tinggal. Mereka harus kehilangan puluhan rumah karena terkubur bencana longsor awal tahun ini.

Mereka yang selamat dari longsor maut yang menewaskan puluhan korban jiwa itu terpaksa harus mengontrak hingga waktu yang belum bisa ditentukan. Beruntung karena penyintas longsor di Kaki Gunung Tangkuban Parahu itu mendapat bantuan uang untuk mengontrak rumah hingga sembako.

"Iya sekarang masih ngontrak di rumah masih di Kampung Pasirkuda juga sudah lima bulan mungkin. Alhamdulillah dapat bantuan uang buat ngontrak juga," tutur Sinta Lupianti (32), sala seorang penyintas longsor saat ditemui, Kamis (18/6/2026).

Namun, ia dan keluarganya tak ingin berlama-lama di rumah kontrakan dan berharap pemerintah segera merealisasikan relokasi rumah. Sinta tak menuntut banyak ihwal lokasi, terpenting baginya segera memiliki hunian tetap sehingga bisa kembali menata kelanjutan hidupnya bersama keluarga yang terguncang usai diterjang longsor.

"Sampai sekarang belum tahu mau direlokasi ke mana. Tapi terserah pemerintah aja yang penting dibangunkan tempat yang lebih aman. Pengennya di dekat yang kemarin tapi takut dan trauma juga," ujar Sinta. 

Ia sulit lupa bagaimana material tanah bercampur air dan besar meluncur dari kaki Gunung Burangrang hingga menenggelamkan pemukiman di wilayahnya. Beruntung kala itu Sinta dan keluarganya masih terjaga sehingga langsung bergegas ketika mendengar suara gemuruh dan teriakan.

"Kalau rumah saya saya keluarga yang tertimbun semua habis sama perkakas, harta benda segala macam. Tapi Alhamdulillah masih bisa selamat," ucap Intan.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |