REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah menyiapkan program pelatihan vokasi bagi 50 ribu pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) pada semester II 2026. Program ini digulirkan untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja sekaligus memperluas peluang mereka kembali masuk ke pasar kerja.
Program tersebut menjadi salah satu komponen stimulus ekonomi yang diluncurkan pemerintah pada paruh kedua tahun ini. Selain korban PHK, pelatihan juga ditujukan bagi lulusan SMA dan SMK guna meningkatkan kesiapan memasuki dunia kerja.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan, program tersebut masuk dalam Pelatihan Vokasi Nasional 2026 yang menargetkan 220 ribu peserta.
“Pelatihan Vokasi Nasional dengan target 220 ribu peserta. Lima puluh ribu orang di antaranya untuk mereka yang terkena PHK,” ujar Yassierli dalam Taklimat Media Stimulus Pertumbuhan Ekonomi Semester II Tahun 2026 di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Senin (22/6/2026).
Selain pelatihan vokasi, pemerintah juga akan menjalankan Program Magang Nasional angkatan kedua pada 2026 dengan target 150 ribu peserta. Program ini diharapkan dapat memperkuat keterampilan kerja sekaligus meningkatkan peluang penyerapan tenaga kerja di berbagai sektor.
Yassierli menjelaskan evaluasi Program Magang Nasional 2025 menunjukkan hasil yang cukup positif. Dari 65.245 peserta yang dievaluasi, sebanyak 84 persen menyatakan puas dan sangat puas terhadap pelaksanaan program tersebut.
Dari sisi manfaat ekonomi, sekitar 67 persen peserta mengaku program magang membantu kondisi ekonomi mereka maupun keluarganya. Sementara itu, sebanyak 84 persen mentor dan perusahaan penyelenggara menyatakan puas terhadap kontribusi peserta magang selama mengikuti program.
Hasil evaluasi juga menunjukkan sekitar 30 persen peserta magang memperoleh tawaran kerja dari perusahaan tempat mereka menjalani magang. Sebanyak 33 persen lainnya belum menerima tawaran kerja secara resmi, namun telah mendapatkan indikasi akan direkrut.
Yassierli mengatakan, hasil evaluasi tersebut menjadi dasar perbaikan pelaksanaan Program Magang Nasional angkatan kedua, termasuk memperluas cakupan peserta dan menyesuaikan kebutuhan dunia usaha.
“Kami berharap pada bulan Juli ini program angkatan kedua bisa segera dilaksanakan,” kata Yassierli.
Program vokasi dan magang menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di tengah tantangan pasar kerja. Pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp6,26 triliun untuk mendukung pelaksanaan kedua program tersebut.
Stimulus ketenagakerjaan ini melengkapi berbagai kebijakan lain yang telah diumumkan pemerintah pada semester II 2026, termasuk bantuan pangan dan insentif transportasi, guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.

13 hours ago
8

















































