CNN Indonesia
Jumat, 24 Apr 2026 22:30 WIB
Ilustrasi. Seperti buah lainnya, kurma juga bisa busuk. (iStockphoto/Tuned_In)
Jakarta, CNN Indonesia --
Apakah kurma bisa busuk? Pertanyaan ini kerap muncul karena kurma dikenal sebagai buah yang bisa disimpan dalam waktu lama.
Jawabannya bisa. Namun, kurma tidak membusuk secepat buah segar lain seperti jeruk, apel, atau pisang. Prosesnya berlangsung perlahan, seiring kualitas buah yang semakin menurun.
Lalu, apa yang membuat kurma lebih tahan lama?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kurma memiliki kadar air rendah dan kandungan gula alami tinggi. Kombinasi ini membuatnya lebih tahan terhadap pertumbuhan bakteri, sehingga masa simpannya lebih panjang dibandingkan buah lain.
Meski begitu, bukan berarti kurma tidak bisa rusak. Seiring waktu, kualitas kurma akan menurun, apalagi jika disimpan dengan cara yang kurang tepat.
Melansir Ayoubs, kurma juga tidak 'kedaluwarsa' secara tiba-tiba seperti susu atau daging. Perubahan biasanya dimulai dari tekstur dan rasa, lalu jika dibiarkan terlalu lama, bisa muncul jamur atau bau tidak sedap yang menandakan kurma sudah tidak layak konsumsi.
Jenis kurma turut memengaruhi daya tahannya. Kurma kering cenderung lebih awet karena kandungan airnya sangat sedikit. Jika disimpan dengan benar, kurma kering bisa bertahan hingga beberapa bulan, bahkan sampai satu tahun.
Sementara itu, kurma segar seperti medjool memiliki kadar air lebih tinggi, sehingga lebih cepat rusak dan membutuhkan perhatian ekstra dalam penyimpanan.
Daya tahan kurma juga dipengaruhi tempat penyimpanan. Di suhu ruang, kurma kering umumnya bertahan 1-3 bulan, sedangkan kurma segar sekitar satu bulan.
Tanggal kedaluwarsa pada kemasan pun tidak selalu berarti kurma langsung tidak bisa dimakan. Biasanya, itu hanya menunjukkan batas kualitas terbaik. Selama kurma masih terlihat, berbau, dan terasa normal, umumnya masih aman dikonsumsi.
Ciri kurma yang sudah busuk
Menukil Medjooldays, untuk menghindari risiko konsumsi kurma yang sudah tidak layak, kenali tanda-tandanya berikut:
1. Tekstur berubah
Kurma segar biasanya kenyal dan sedikit lengket. Jika terlalu lembek, berlendir, atau justru sangat keras dan rapuh, bisa jadi sudah rusak.
2. Warna tidak normal
Perubahan warna menjadi sangat gelap, menghitam, atau muncul bintik putih dan abu-abu seperti jamur menjadi tanda kerusakan.
3. Bau tidak sedap
Kurma yang masih baik beraroma manis ringan. Jika muncul bau asam, tengik, atau seperti fermentasi, sebaiknya tidak dikonsumsi.
4. Rasa berubah
Rasa kurma seharusnya manis. Jika terasa asam, pahit, atau aneh, lebih baik dibuang.
5. Ada jamur di dalam
Bagian luar bisa terlihat normal, tetapi bagian dalam sudah rusak. Jika menemukan jamur saat dibelah, segera buang.
6. Ada serangga
Kurma yang tidak disimpan dengan baik bisa terkontaminasi serangga. Jika terdapat ulat atau butiran seperti serbuk, hindari mengonsumsinya.
7. Tampak tidak segar
Kurma yang kusam, tidak mengilap, dan terasa berbeda dari biasanya patut diwaspadai.
Cara menyimpan kurma agar tahan lama
Agar kurma tetap awet, simpan di tempat sejuk, kering, dan terhindar dari sinar matahari langsung. Gunakan wadah tertutup rapat untuk mencegah masuknya udara dan kelembapan.
Jika disimpan di dalam kulkas, kurma kering bisa bertahan 6-12 bulan, sementara kurma segar sekitar 6-8 bulan. Bahkan, penyimpanan di freezer dalam wadah kedap udara dapat membuat kurma bertahan lebih dari satu tahun.
Jadi, apakah kurma bisa busuk? Jawabannya jelas bisa. Namun, dengan penyimpanan yang tepat dan mengenali tanda-tanda kerusakan, kurma tetap aman dinikmati dalam waktu yang lebih lama.
(sac/tis)
Add
as a preferred source on Google

4 hours ago
2

















































