Ilustrasi(Antara)
PEMERINTAH Malaysia mengapresiasi langkah cepat Indonesia dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Malaysia juga menyatakan kesiapan memberikan bantuan apabila Indonesia membutuhkan dukungan dalam penanganan kebakaran dan kabut asap.
Menteri Sumber Daya Alam dan Kelestarian Lingkungan Malaysia Arthur Joseph Kurup mengatakan, apresiasi tersebut diberikan atas berbagai langkah yang dilakukan pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat penanganan karhutla.
"Malaysia mengapresiasi dan mendukung tindakan cepat pemerintah RI di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan," kata Arthur, seperti dikutip dari BERNAMA, Selasa (25/8).
Menurut Arthur, sejumlah langkah Indonesia yang mendapat apresiasi Malaysia antara lain penambahan 1.500 personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk menangani karhutla, pengerahan helikopter berkapasitas besar untuk operasi water bombing, serta pelaksanaan operasi modifikasi cuaca secara agresif di wilayah daratan.
Indonesia-Malaysia Perkuat Penanganan Kabut Asap
Arthur mengatakan Indonesia dan Malaysia juga sepakat memperkuat upaya pencegahan serta penanganan dini terhadap potensi kabut asap lintas batas. Langkah tersebut ditujukan untuk menjaga kualitas udara, khususnya menjelang rangkaian perayaan Hari Kemerdekaan Malaysia dan Hari Malaysia.
Pembahasan mengenai penanganan persoalan tersebut telah dilakukan Arthur bersama Menteri Lingkungan Hidup Indonesia, Jumhur Hidayat, melalui sambungan telepon.
"Mengingat fenomena El Nino diperkirakan meningkat intensitasnya pada Oktober 2026, bersamaan dengan Monsun Barat Daya, kedua negara berkomitmen untuk menggandakan upaya pencegahan dan penanganan dini," ujar Arthur.
Malaysia akan menggelar perayaan Hari Kemerdekaan 2026 di Dataran Putrajaya pada 31 Agustus. Sementara itu, perayaan Hari Malaysia dijadwalkan berlangsung di Kuching, Sarawak, pada 16 September.
Malaysia Izinkan Koordinasi Operasi Modifikasi Cuaca
Selain mengapresiasi penanganan karhutla, pemerintah Malaysia juga menyampaikan penghargaan kepada Indonesia atas persetujuan izin resmi bagi pesawat yang akan melintasi wilayah udara Indonesia untuk menjalankan Operasi Penyemaian Awan (OPA) di kawasan yang mencakup wilayah perbatasan kedua negara.
Arthur menjelaskan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (NADMA) bersama Departemen Meteorologi Malaysia (MetMalaysia) tengah menyusun jadwal operasional. Pelaksanaan kegiatan tersebut nantinya dikoordinasikan dengan Panglima TNI.
Dalam kerangka solidaritas ASEAN, Malaysia menyatakan siap memberikan bantuan kepada Indonesia apabila diperlukan. Pemerintah Malaysia juga membuka kemungkinan membahas bentuk dukungan tersebut dalam rapat kabinet.
Malaysia Pantau Titik Panas dan Kualitas Udara
Arthur menambahkan, Kementerian Sumber Daya Alam dan Kelestarian Lingkungan Malaysia akan terus memantau perkembangan titik panas (hotspot) dan kondisi kualitas udara.
Pemantauan dilakukan melalui Departemen Lingkungan Hidup dan Departemen Meteorologi Malaysia. Pada saat yang sama, Malaysia akan mempertahankan koordinasi dengan otoritas Indonesia untuk memastikan penanganan karhutla dan dampaknya terhadap masyarakat kedua negara dapat dilakukan secara optimal. (Ant/E-4)












































