REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Nozoly.id menghadirkan inovasi layanan haji dengan membagikan kartu Nusuk kepada jemaah haji asal Indonesia langsung di Jakarta sebelum keberangkatan menuju Arab Saudi. Tahun ini, sebanyak 2.353 kartu Nusuk dibagikan kepada jemaah haji Indonesia sebagai bagian dari layanan unggulan perusahaan kepada Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) maupun para jemaah.
Direktur Nozoly.id, Muhammad Naufal Rafi’uddin mengatakan, langkah tersebut menjadi inovasi layanan berbasis pengalaman perusahaan selama mendampingi operasional haji di Arab Saudi dalam dua tahun terakhir.
“Ini tahun pertama pembagian Nusuk dilakukan di negara asal. Ini inovasi based on experience. Dua tahun belakangan mami melihat kondisi pembagian Nusuk di Mekkah yang crowded dan cukup rumit secara operasional, sehingga hadirlah inovasi ini,” kata Naufal.
Menurut Naufal, sebelum tahun ini kartu Nusuk umumnya dibagikan setelah jemaah tiba di Arab Saudi, baik di Bandara Jeddah sebelum masuk bus menuju Mekkah maupun di hotel tempat menginap. Kondisi tersebut dinilai kurang nyaman karena jemaah keletihan setelah baru saja menempuh perjalanan udara panjang dari Indonesia.
“Tahun-tahun sebelumnya dibagikan di Mekkah atau di Jeddah saat jemaah baru landing sebelum masuk bus menuju Mekkah. Situasinya sangat hiruk pikuk dan kurang nyaman bagi jemaah. Bahkan ada yang baru dibagikan di lobby hotel,” ujarnya.
Dengan pembagian sejak di Indonesia, jemaah sudah memegang kartu Nusuk resmi saat tiba di Jeddah. Kartu tersebut bahkan telah diaktifkan sejak satu hari sebelum keberangkatan atau pada hari keberangkatan.
Hal ini memudahkan jemaah ketika harus menunjukkan identitas resmi kepada otoritas Arab Saudi maupun penyelenggara haji setibanya di sana. Jemaah pun dapat lebih tenang dan siap menjalani rangkaian kegiatan selama ibadah haji.
Selain di Indonesia, model layanan serupa juga diterapkan Nozoly di Malaysia. Di negara tersebut, perusahaan melayani sekitar 30 ribu jemaah haji dengan pembagian kartu Nusuk sebelum keberangkatan.
Naufal menjelaskan, layanan pembagian dan aktivasi Nusuk untuk musim haji 2026 telah dimulai sejak 1 Mei dan berlangsung hingga 22 Mei 2026, khususnya bagi jemaah yang menggunakan layanan Nozoly serta menginap di Holiday Inn Makkah.
Sebagai service provider company (SPC) yang fokus pada layanan haji, Nozoly juga dikenal memiliki spesialisasi layanan di kawasan Arafah dan Mina. Perusahaan mengatur tata kelola tenda agar jemaah tetap nyaman meski kapasitas ruang terbatas.
“Kami spesialis di Arafah-Mina. Meski ukuran tenda hanya sekitar 1×1 meter, kami atur sedemikian rupa agar tidak numpuk dan jemaah tetap nyaman. Tetap ada kasur dan ruang untuk makan,” tutur Naufal.
Tidak hanya itu, pendampingan jemaah juga dilakukan secara menyeluruh melalui petugas pendamping bernama Muhsen. Pendampingan diberikan sejak jemaah tiba di Jeddah, menjalankan rangkaian ibadah haji, hingga kembali ke Indonesia.
“Termasuk pembagian Nusuk di Jakarta ini juga didampingi oleh tim Muhsen kami,” katanya.
Naufal berhadap para jemaah asal Indonesia dapat merasakan ketenangan sejak di Indonesia sebelum menjalani ibadah haji karena seluruh syarat untuk berhaji telah dipenuhi.

2 hours ago
2
















































