OpenAI Rilis ChatGPT Khusus Pelajar, Pengguna tidak Lagi Dapat Jawaban Instan

6 hours ago 5
OpenAI Rilis ChatGPT Khusus Pelajar, Pengguna tidak Lagi Dapat Jawaban Instan OpenAI ChatGPT(MARCO BERTORELLO / AFP)

OPENAI resmi meluncurkan layanan ChatGPT for Teens, sebuah versi khusus yang dirancang untuk pengguna berusia 13 hingga 17 tahun. Langkah ini diambil untuk merespons meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan (artificial intelligence) di kalangan pelajar, sekaligus menanggulangi kekhawatiran publik terkait dampak buruk AI terhadap mental remaja.

Dalam versi khusus ini, OpenAI menerapkan sistem keamanan yang jauh lebih ketat. Fitur proteksi melarang interaksi yang mengarah pada konten sensitif, seperti percobaan bunuh diri, tindakan menyakiti diri (self-harm), gangguan makan, hingga percakapan bernuansa seksual dan romantis.

Vice President of Global Policy OpenAI, Ann O'Leary, menjelaskan bahwa pendekatan ini dirancang untuk mendampingi remaja sesuai fase perkembangannya tanpa membatasi ruang belajar mereka.

"Kami ingin memperlakukan remaja sesuai porsinya. Artinya, kami memastikan tidak meremehkan mereka, tetapi di saat yang sama menjaga agar mereka tidak terpapar materi yang berbahaya," jelas O'Leary.

Fokus Bantu Tugas Sekolah dan Fitur Kontrol Orangtua

Berbeda dengan versi standar, ChatGPT for Teens dirancang tidak untuk memberikan jawaban instan atau membuatkan esai sekolah secara langsung. Chatbot ini akan berperan sebagai tutor yang membimbing siswa memahami pola penyelesaian masalah dan konsep pembelajaran secara mandiri.

Selain itu, OpenAI membekali sistem ini dengan fitur kontrol orangtua. Melalui akun yang terhubung, orangtua dapat mengatur durasi pengoperasian aplikasi seperti fitur "jam tenang" (quiet hours), serta menerima notifikasi khusus jika sistem mendeteksi indikasi bahaya psikologis pada anak.

Guna mencegah keterikatan emosional yang tidak sehat (anthropomorphism), sistem juga diprogram untuk tidak merespons seolah-olah memiliki perasaan, kesadaran, atau emosi layaknya manusia.

Inovasi ini diharapkan menjadi standar baru penggunaan AI yang aman dan edukatif bagi generasi muda, sekaligus menjawab kekhawatiran para pendidik dan pakar tumbuh kembang anak di seluruh dunia. (Theguardian/P-4)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |