Jakarta, CNN Indonesia --
Real Madrid langsung mendapat karma usai memecat Xabi Alonso. Mereka tersingkir dari ajang Copa del Rey di tangan Albacete.
Setelah kekalahan dari Barcelona di Piala Super Spanyol, Madrid memutuskan memecat Xabi Alonso. Keputusan itu terbilang mengejutkan mengingat Alonso baru datang jadi pelatih Madrid di awal musim.
Berbagai kabar beredar bahwa situasi panas di ruang ganti jadi sebab utama. Xabi disebut tidak mendapatkan rasa hormat seutuhnya dan tidak semua pemain Madrid percaya dan mau menuruti segala program yang disusun oleh Xabi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah Xabi pergi, kursi pelatih untuk sementara diisi oleh Alvaro Arbeloa. Seperti halnya Xabi, Arbeloa juga merupakan mantan pemain Madrid.
Ujian pertama Madrid selepas era Alonso adalah duel lawan Albacete di babak 16 besar Copa del Rey. Dari segi materi tim, seharusnya laga ini tidak akan jadi ujian serius.
Terlebih, Arbeloa memutuskan menurunkan sejumlah pemain andalan seperti Federico Valverde, Gonzalo Garcia, hingga Vinicius Jr. Pemain bintang lain seperti Dani Carvajal, David Alaba, hingga Eduardo Camavinga juga menyusul masuk sebagai pemain pengganti.
Namun nyatanya, di laga pertama selepas Alonso pergi, Madrid malah mendapat aib. Mereka tersingkir usai bertarung sengit dan kalah dengan skor 2-3.
Dengan kekalahan dari Albacete, berarti tertutup satu pintu bagi Madrid untuk meraih trofi juara. Kini Los Blancos tinggal punya La Liga dan Liga Champions untuk diperjuangkan.
Untuk bisa bersaing, Madrid jelas tidak dalam kondisi ideal. Mereka menjalani masa transisi di pertengahan musim saat mereka tertinggal empat angka dari Barcelona di La Liga.
Selain itu di ajang Liga Champions, perjuangan Madrid jelas bakal lebih berat karena mereka bukan hanya bersaing dengan Barcelona melainkan juga dengan tim-tim raksasa Eropa lainnya.
(ptr/nva)

2 hours ago
2

















































