Kendaraan mengikuti uji emisi di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.(Dok Pelindo)
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo menggelar program Merdeka Emisi berupa uji emisi kendaraan operasional dan kendaraan logistik yang beraktivitas di kawasan pelabuhan. Program ini dilaksanakan serentak di empat kota, yakni Jakarta, Medan, Surabaya, dan Makassar. Di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, ratusan kendaraan mengikuti uji emisi pada Kamis (13/8).
Mayoritas kendaraan yang diperiksa merupakan truk kontainer yang setiap hari melayani kegiatan logistik di kawasan pelabuhan. Wakil Direktur Utama Pelindo Drajat Sulistyo mengatakan program tersebut menjadi bagian dari upaya Pelindo mendorong operasional pelabuhan yang lebih ramah lingkungan. Ke depan, cakupan program tersebut berpotensi diperluas ke kota lain, termasuk Semarang.
“Program ini kami laksanakan di empat kota besar dan ke depan mungkin akan ditambah Semarang karena aktivitasnya cukup padat,” ujar Drajat dalam keterangannya, Kamis (13/8).
Menurut Drajat, ribuan kendaraan keluar masuk kawasan pelabuhan setiap hari. Karena itu, upaya mewujudkan konsep Green Port tidak dapat hanya dilakukan oleh operator pelabuhan, tetapi harus melibatkan seluruh ekosistem yang beraktivitas di dalamnya.
Program Merdeka Emisi juga ditujukan untuk membangun budaya operasional yang lebih ramah lingkungan sekaligus meningkatkan kesadaran pelaku logistik terhadap pentingnya pemeliharaan kendaraan dan kepatuhan terhadap standar emisi.
"Kami berharap kegiatan ini meningkatkan kesadaran pelaku logistik mengenai pentingnya pemeliharaan kendaraan,” kata Drajat.
Ia menegaskan, pengurangan emisi merupakan tanggung jawab bersama. Menurutnya, kolaborasi antara operator pelabuhan, perusahaan angkutan, dan pelaku usaha logistik diperlukan untuk menciptakan sistem logistik yang lebih efisien dan rendah emisi.
“Kolaborasi menjadi kunci untuk menghadirkan sistem logistik yang efisien, rendah emisi, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Dalam kesempatan sama, Wakil Menteri Perhubungan Suntana mengatakan, pengendalian emisi kendaraan menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas udara di kawasan pelabuhan. Sebagai simpul transportasi dengan tingkat pergerakan kendaraan yang tinggi, pelabuhan membutuhkan keterlibatan seluruh pihak dalam menekan emisi.
"Upaya seperti ini perlu dijalankan bersama oleh operator pelabuhan, perusahaan angkutan, dan pelaku usaha logistik,” tegas Suntana.
Dalam pelaksanaannya, kendaraan menjalani pemeriksaan untuk mengetahui kondisi gas buang dan kesesuaiannya dengan standar emisi. Kendaraan yang belum memenuhi standar diimbau menjalani pemeliharaan atau perbaikan sebelum dilakukan pengujian kembali.
Pelaksanaan uji emisi langsung di kawasan pelabuhan juga memberikan kemudahan bagi pengemudi karena pemeriksaan dapat dilakukan saat mereka menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa harus mencari lokasi pengujian di luar pelabuhan.
Heri, salah seorang pengemudi truk yang mengikuti kegiatan uji emisi di Tanjung Priok, mengaku terbantu dengan pelaksanaan program Merdeka Emisi di kawasan pelabuhan. Menurutnya, layanan uji emisi yang tersedia langsung di area pelabuhan memberikan kemudahan bagi pengemudi yang tengah menjalankan aktivitas logistik.
“Bisa langsung periksa kendaraan saat sedang di sini,” kata Heri.
Dengan demikian, pengemudi tidak perlu meluangkan waktu untuk mencari lokasi uji emisi di luar kawasan pelabuhan.
“Jadi tidak perlu mencari tempat uji emisi di luar,” pungkasnya. (E-4)
















































