Pemkab Garut Waspadai Karhutla di Gunung Guntur Usai 13 Hektare Lahan Hangus

5 days ago 4
Pemkab Garut Waspadai Karhutla di Gunung Guntur Usai 13 Hektare Lahan Hangus Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin tengah menggelar rapat koordinasi berkaitan dengan musim kemarau panjang termasuk kebakaran hutan dan lahan hingga perlunya keterlibatan berbagai pihak termasuk TNI, Polri.(Dok Istimewa)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut, Jawa Barat, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Guntur, Desa Pasawahan, Kecamatan Tarogong Kaler. Langkah ini diambil menyusul terjadinya lima kali insiden kebakaran yang telah menghanguskan sekitar 13 hektare lahan di wilayah tersebut selama musim kemarau.

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menyatakan bahwa kawasan Gunung Guntur menjadi salah satu titik paling rawan yang memerlukan pengawasan ekstra. Meski seluruh kejadian kebakaran sepanjang Juli 2026 berhasil ditangani, Pemkab Garut tetap memperketat pemantauan sesuai arahan Pemerintah Pusat untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau panjang.

"Berdasarkan laporan BPBD Kabupaten Garut, kebakaran hutan dan lahan tercatat sebanyak 303 kejadian, di mana 285 di antaranya telah ditangani, sementara 18 kejadian lainnya masih dalam proses pengawasan. Khusus untuk kebakaran lahan, tercatat ada 135 kejadian akibat dampak musim kemarau yang semakin kering," ujar Abdusy Syakur, Selasa (11/8/2026).

Abdusy menekankan bahwa penanganan karhutla dan kekeringan memerlukan kolaborasi lintas sektor, melibatkan TNI, Polri, Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), hingga Perhutani. Saat ini, Polres dan Kodim Garut juga telah disiagakan untuk membantu penyediaan tangki air guna mempercepat pemadaman jika api kembali muncul.

Selain faktor alam, kebiasaan masyarakat yang membakar lahan secara sembarangan turut menjadi perhatian serius pemerintah. "Pemkab Garut akan segera menerbitkan surat edaran imbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan yang dapat memicu kebakaran besar," tambahnya.

Status Siaga Bencana dan Antisipasi Kekeringan

Sebagai langkah antisipasi dampak kekeringan pada sektor pertanian, Pemkab Garut telah membagikan 98 unit pompa air kepada petani. Bantuan tambahan pompa juga disiagakan dari Kodim untuk memastikan ketersediaan air di lahan pangan produktif tetap terjaga. Hingga saat ini, dilaporkan kebakaran belum merembet ke area lahan pangan.

Pemkab Garut secara resmi telah menetapkan status siaga bencana kekeringan serta karhutla yang berlaku mulai 1 Juli hingga 30 September 2026. Untuk mengatasi krisis air bersih di pemukiman, BPBD telah memasok 125.000 liter air ke delapan desa dan kelurahan yang tersebar di Kecamatan Tarogong Kaler, Pasirwangi, Cigedug, Cibatu, Sucinaraja, dan Karangpawitan.

"Kami juga telah mengajukan permohonan 100 titik sumur bor dan tambahan armada mobil tangki air ke BNPB. Saat ini, BPBD memastikan penanganan krisis air dan karhutla masih berjalan optimal melalui koordinasi lintas perangkat daerah," tutup Abdusy. (H-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |