Anggota DPR RI Bambang Haryo Soekartono di Posko Utama Gempa Kabupaten Nagekeo, Senin (24/8).(Dok.Istimewa)
PEMULIHAN infrastruktur dan fasilitas publik pascagempa di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), didorong untuk segera dipercepat. Perbaikan diperlukan agar pelayanan dasar masyarakat dapat kembali berjalan normal.
Anggota DPR RI Bambang Haryo Soekartono mengatakan pemerintah perlu mempercepat pembenahan fasilitas publik yang rusak akibat gempa, mulai dari sekolah, rumah sakit, tempat ibadah, jalan, pelabuhan, hingga rumah warga.
“Begitu banyak fasilitas publik yang mengalami kerusakan. Perlunya percepatan pemulihan oleh pemerintah untuk pembenahan fasilitas terutama sekolah, rumah sakit, peribadatan, infrastruktur jalan, pelabuhan, dan perumahan warga,” kata Bambang saat bertemu Bupati Nagekeo, BNPB, Dandim, serta Kementerian Pertahanan di Posko Utama Gempa Kabupaten Nagekeo, Senin (24/8).
Menurut Bambang, penanganan pemerintah bersama BNPB, TNI, Polri, dan unsur terkait telah membantu memulihkan kondisi masyarakat terdampak. Sejumlah akses jalan yang sebelumnya terganggu juga telah kembali dapat dilalui.
“Kami mengapresiasi BNPB yang sudah bergerak, termasuk TNI dan Polri yang luar biasa membantu sehingga akses jalan sudah pulih kembali. Namun, pekerjaan berikutnya adalah memastikan fasilitas publik yang rusak lainnya segera diperbaiki,” ujarnya.
Selain pemulihan infrastruktur, penanganan warga terdampak mencakup pelayanan kesehatan, dapur umum, trauma healing, dan dukungan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Bambang mengatakan akan membawa aspirasi Pemerintah Kabupaten Nagekeo ke DPR RI untuk ditindaklanjuti bersama kementerian dan lembaga terkait. Sejumlah kementerian yang akan dikoordinasikan antara lain Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Perhubungan, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan, serta Kementerian UMKM.
Salah satu infrastruktur yang menjadi perhatian adalah dermaga Marapokot. Bambang meninjau kondisi dermaga tersebut bersama Bupati Nagekeo dan mendorong percepatan pemulihan kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Laut serta PT ASDP Indonesia Ferry.
Menurut dia, pemulihan dermaga penting untuk menjaga kelancaran mobilitas warga sekaligus distribusi logistik menuju dan keluar dari Nagekeo.
“Pemerintah segera menyelesaikan pembenahan fasilitas publik serta perumahan warga dalam waktu singkat,” katanya.
Bambang juga menyoroti kerusakan Terminal Maumere yang mengalami kerusakan berat. Ia mendorong pemeriksaan konstruksi secara menyeluruh dengan melibatkan peneliti konstruksi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).
Menurutnya, analisis kerusakan harus dilakukan secara objektif dan tidak hanya mengaitkannya dengan gempa. Kondisi tanah, fondasi, serta posisi bangunan terhadap talud juga perlu diperiksa.
“Kita harus meneliti secara menyeluruh. Bila dilihat dari posisi konstruksi fondasi terminal sangat dekat dengan talud, bahkan jaraknya tidak lebih dari dua meter,” ujarnya.
Ia menyebut kondisi tersebut berpotensi memengaruhi struktur tanah tempat fondasi terminal berdiri. Evaluasi teknis diperlukan untuk mengetahui faktor yang menyebabkan kerusakan.
Di tengah proses pemulihan, dukungan dunia usaha turut diberikan kepada masyarakat terdampak. PT Dharma Lautan Utama bersama mitranya menyalurkan bantuan sekitar 60 ton yang diangkut menggunakan 12 truk. Bantuan terdiri atas kebutuhan pokok dan berbagai keperluan warga selama masa tanggap darurat.
Bambang bersama PT DLU juga mengunjungi pengungsi di Lapangan Danga dan Lapangan Marapokot. Sekitar 3.500 warga berada di dua lokasi tersebut. Bantuan sembako dan kebutuhan dasar kemudian dibagikan kepada masyarakat di tiga desa sekitar lokasi pengungsian.
“Terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada PT DLU dan mitranya yang sudah ikut membantu sebagai bentuk kepedulian dunia usaha kepada masyarakat yang mengalami bencana,” kata Bambang.
Ia menilai kolaborasi pemerintah, TNI-Polri, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci mempercepat pemulihan. Pemerintah didorong memastikan perbaikan fasilitas publik dan rumah warga dilakukan secara cepat, terukur, dan sesuai standar keselamatan. (Ant/E-2)












































