Perang Timteng Menggila, Trump Kena Batunya Setelah AS Serang Iran

1 hour ago 2
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Suasana di Timur Tengah yang memanas ternyata tidak hanya berdampak pada negara di kawasan tersebut. Amerika Serikat (AS), yang bersekutu dengan Israel, merasakan dampak dari perang akhir pekan lalu.

Perang tersebut menimbulkan ketidakpastian dalam menarik komitmen investasi di bidang teknologi. Diketahui, negara-negara di Timur Tengah berinvestasi besar-besaran dalam AI, kemitraan semikonduktor, dan komputasi awan pada rencana transformasi untuk menarik modal asing dan membangun ekosistem teknologi dalam negeri.

Nama-nama besar seperti Microsoft hingga Microsoft menyiapkan miliaran dolar di Timur Tengah dalam kesempatan beberapa waktu lalu. Kesepakatan itu terjadi setidaknya hingga 2030 mendatang.

Berikut daftar rencana investasi raksasa teknologi AS di wilayah Timur Tengah, dikutip dari Reuters, Selasa (3/3/2026):

Microsoft

Microsoft mengumumkan rencana investasi US$15,2 miliar (Rp 256,6 triliun) di Uni Emirat Arab antara 2023-2029. Rencana ini sebagai bentuk perluasan kemitraan AI dengan perusahaan G42.

Perusahaan telah menghabiskan US$7,3 miliar (Rp 123,2 triliun), termasuk US$ 1,5 miliar (Rp 25,3 triliun) untuk saham di G42. Setidaknya lebih dari US$4,6 miliar (Rp 77,6 triliun) menjadi kapasitas pusat data AI dan cloud.

Bukan hanya itu, Microsoft pernah menyebutkan menyiapkan lebih dari US$7,9 miliar (Rp 133,3 triliun) tahun 2026-2029 di UEA sebagai bagian dari rencana investasi US$15,2 miliar (Rp 256,6 triliun).

Amazon

Perusahaan ini juga berencana berinvestasi lebih dari US$5,3 miliar (Rp 89,4 triliun) untuk pusat data di wilayah Arab Saudi. Pusat data yang rencananya di bagun 2026 akan memperkuat upaya menjadi pusat teknologi regional jelang World Expo 2030.

Investasi Amazon termasuk program melatih talenta cloud lokal dan memberikan bisnis serta pengembang akses pada layanan cloud dan AI milik perusahaan.

Alphabet (Induk Perusahaan Google)

Google Cloud dan Dana Investasi Publik Arab Saudi telah mengumumkan akan berinvestasi US$10 miliar (Rp 168,8 triliun). Uang itu akan digunakan dalam pembangunan dan operasional pusat AI global kerajaan dan diluncurkan bersama perusahaan teknologi bernama Humain.

Oracle

Oracle akan berinvestasi US$1,5 miliar (Rp 25,3 triliun) untuk memperluas infrastruktur cloud di Arab Saudi. Salah satunya cloud publik baru di Riyadh dan peningkatan kapasitas di Jeddah.

Dalam proyek yang terpisah, Oracle dan Nvidia mengatakan tengah memperdalam kemitraan dalam rangka mendukung proyek AI yang berdaulat. Termasuk bekerja sama dengan Departemen Pemberdayaan Pemerintah Abu Dhabi, sebagai upaya membangun sistem pemerintahan untuk AI yang aman.

(fab/fab)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |