Viagra Ampuh Obati Pikun, Begini Konsensus 21 Ahli Medis

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Obat disfungsi seksual, Viagra, ditetapkan sebagai salah satu kandidat obat Alzheimer atau pikun. Penetapan itu berdasarkan pendapat 21 ahli kesehatan.

Dalam laporan penelitian yang diterbitkan di jurnal Alzheimer's Research & Therapy, penulis melakukan proses review atas 80 kandidat obat yang berpotensi mengobati Alzheimer. Peneliti menggunakan proses review yang disebut sebagai konsensus Delphi.

Sebanyak 21 ahli diminta untuk menentukan opsi terbaik dari 80 kandidat obat untuk permasalahan degeneratif saraf yang dinominasikan secara anonim berdasarkan bukti klinis dan pendapat ahli.

Hasilnya, para ahli memilih tiga kandidat terbaik yaitu Sildanafil (Viagra), Zostavax (vaksin cacar ular), dan riluzole (obat yang digunakan untuk perawatan amytrophic lateral sclerosis).

Ketiga obat tersebut sebelumnya sudah disebut berpotensi mencegah Alzheimer atau pikun. Rekomendasi ahli ini bisa menjadi dasar untuk pengembangan selanjutnya untuk menggali potensinya sebagai perawatan.

"Setiap kandidat prioritas memiliki bukti mendukung mekanisme aksi, studi non-klinis, dan bukti klinis dari kajian epidemiologi atau uji coba klinis," kata peneliti. "Setiap bahan ini juga pas untuk populasi yang lebih rentan seperti manula dalam program uji coba klinis. Kami merekomendasikan pendekatan terapi sebagai prioritas utama untuk uji coba klinis dalam perawatan atau pencegahan penyakit Alzheimer."

Sildanefil bekerja dengan membuat pembuluh darah lebih rileks dan kini banyak digunakan untuk memicu ereksi. Studi sebelumnya menunjukkan penggunaan Sildanefil mengurangi risiko pikun dengan mengurangi akumulasi protein tau, yang banyak ditemukan dalam otak penderita Alzheimer.

Zostavax disebut lebih berpotensi dibandingkan dengan Sildanefil. Vaksin ini ditemukan bisa meningkatkan sistem imun untuk melindungi tubuh dari Alzheimer.

Terakhir, riluzole adalah obat yang mencegah neuron mati dengan mengubah alur bilogis dan mengurangi tingkat kandungan kimia otak yang diasosiasikan dengan penyakit pikun.

"Melawan dementia membutuhkan setiap jenis riset, dari yang biasanya kita telah ketahui, untuk menemukan obat baru untuk merawat dan mencegah kondisi tersebut," kata Anne Corbett ahli dari University of Exeter.

(dem/dem)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |