Gubernur Jakarta, Pramono Anung mengaku telah mendata sejumlah masalah yang muncul akibat lokasi lapangan padel di kawasan permukiman. Setidaknya, terdapat tiga masalah utama yang muncul dari aktivitas olahraga padel di kawasan permukiman.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejumlah warga di Jakarta mengeluhkan aktivitas olahraga padel, yang belakangan menjadi tren baru di kalangan masyarakat. Pasalnya, lapangan olahraga padel itu berada di tengah permukiman warga.
Gubernur Jakarta Pramono Anung mengaku telah mendata sejumlah masalah yang muncul akibat lokasi lapangan padel di kawasan permukiman. Setidaknya, terdapat tiga masalah utama yang muncul dari aktivitas olahraga padel di kawasan permukiman.
"Jadi memang ada tiga yang dikeluhkan warga yang sudah didata, (salah satunya) parkir," kata dia di Balai Kota Jakarta, Selasa (25/2/2026).
Menurut dia, rata-rata para pemain padel membawa kendaraan pribadi saat pergi ke lapangan. Sementara itu, pengelola lapangan tidak menyediakan tempat parkir yang mencukupi. Alhasil, banyak pemain padel yang memarkirkan kendaraannya secara sembarangan.
"Parkir ini, mohon maaf, pemain padel ini rata-rata kan orang yang memang punya kemampuan untuk mengendarai mobilnya sendiri, dan mereka parkirnya sering kali di tempat perumahan karena tidak ada lokasi parkir, sehingga parkirnya sembarangan," kata dia.
Pramono menilai, masalah itu tentu mengganggu warga yang tinggal di sekitar lapangan padel tersebut. Karena itu, Pemprov Jakarta bakal melakukan penertiban.
"Itu sangat mengganggu warga. Maka yang seperti itu juga akan kita tertibkan," kata dia.
Selain masalah parkir, kebisingan yang muncul dari aktivitas olahraga padel juga menjadi perhatian. Apalagi, jika lapangan padel itu tidak memiliki peredam suara.
"Maka kami sudah meminta kepada Dinas Pemuda Olahraga yang memberikan rekomendasi untuk pembangunan lapangan padel baru, persoalan kebisingan itu juga menjadi hal yang utama," kata dia.

2 weeks ago
10

















































