PTK Lanjutkan Program Coastal Clean Up, Edukasi Siswa Jaga Pantai Tangkoko

6 hours ago 8

REPUBLIKA.CO.ID, BITUNG -- PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) melanjutkan program Coastal Clean Up yang telah memasuki tahun ketiga dengan menggelar aksi bersih pantai dan edukasi lingkungan kepada siswa sekolah dasar di Pantai Tangkoko, Kota Bitung, Sulawesi Utara. Melalui program tersebut, PTK ingin menanamkan kesadaran sejak dini tentang pentingnya menjaga kelestarian pesisir sebagai bagian dari keberlanjutan ekosistem laut dan aktivitas ekonomi maritim.

Plt Direktur Utama PT Pertamina Trans Kontinental Eko Cahyadi mengatakan kegiatan tahun ini tidak hanya berfokus pada aksi memungut sampah, tetapi juga membangun pemahaman generasi muda agar kepedulian terhadap lingkungan terus berlanjut.

"Kegiatan kita mungkin hanya satu hari, mungkin setengah hari. Tapi bagaimana kita memastikan ini berkelanjutan? Yang penting adalah mengedukasi dan mengajarkan generasi berikutnya pentingnya menjaga laut dan pantai. Kami ingin kegiatan ini tidak menjadi sekadar seremonial, tetapi mampu meningkatkan kesadaran masyarakat," ujar Eko di Pantai Tangkoko, Bitung, Jumat (18/7/2026).

Menurut dia, PTK yang bergerak di sektor jasa kemaritiman memiliki tanggung jawab menjaga kelestarian laut karena keberlanjutan operasional perusahaan bergantung pada kondisi ekosistem pesisir.

"Sebagai perusahaan yang tumbuh dan berkembang bersama laut, kami yakin keberlanjutan usaha kami sangat bergantung pada laut. Karena itu, menjaga kelestarian pesisir menjadi tanggung jawab kami juga," katanya.

Program Coastal Clean Up PTK telah berjalan sejak 2023 dengan menyasar sejumlah wilayah pesisir di Indonesia. Pada 2023, kegiatan digelar di Kelurahan Tanjungmas, Semarang, yang melibatkan sekitar 1.800 peserta dan menghasilkan hampir empat ton sampah. Aksi tersebut diperkirakan berkontribusi terhadap pengurangan emisi sekitar 1,8 ton karbon dioksida ekuivalen (CO2e). Program kemudian berlanjut di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada 2024 dengan mengumpulkan 28 ton sampah, serta di Pantai Teluk Penyu, Cilacap, pada 2025 dengan melibatkan lebih dari 1.172 peserta.

Secara akumulatif, sepanjang 2023 hingga 2025 program tersebut berhasil mengumpulkan 37,82 ton sampah dengan partisipasi lebih dari 3.972 orang. PTK memperkirakan aksi tersebut berkontribusi terhadap pengurangan emisi sebesar 31,4 ton karbon dioksida ekuivalen (CO2e), setara dengan jumlah sampah rumah tangga yang dihasilkan 68 keluarga selama satu tahun.

Eko mengatakan Pantai Tangkoko dipilih karena merupakan bagian dari kawasan Coral Triangle yang memiliki keanekaragaman hayati laut tinggi sekaligus berada di sekitar wilayah operasional Integrated Terminal Bitung. Selain menjadi kawasan konservasi dengan habitat satwa endemik seperti tarsius dan yaki, kawasan tersebut juga dinilai memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata.

"Kami melihat pantai ini sangat indah dan memiliki potensi menjadi kawasan pariwisata. Karena itu, kelestarian pesisir harus dijaga agar manfaat ekonomi yang dihasilkan juga dapat dirasakan masyarakat," ujarnya.

Selain aksi bersih pantai, PTK memberikan edukasi lingkungan kepada siswa sekolah dasar serta membagikan paket perlengkapan sekolah untuk mendukung kegiatan belajar pada awal tahun ajaran baru. Program tersebut melibatkan Pertamina Patra Niaga, KSOP Bitung, Dinas Lingkungan Hidup Kota Bitung, komunitas Sea Soldiers, pemerintah daerah, serta masyarakat sekitar.

Kepala Bagian Tata Usaha KSOP I Bitung Mukminin mengatakan kegiatan tersebut sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran, khususnya terkait perlindungan lingkungan maritim dan pencegahan pencemaran.

"Kita berharap kegiatan ini memberikan manfaat sebesar-besarnya karena perlindungan lingkungan maritim memiliki kaitan erat dengan keberlangsungan ekosistem laut dan kehidupan manusia," katanya.

PTK memastikan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) tersebut akan terus dilanjutkan di berbagai wilayah pesisir Indonesia. Perusahaan berharap edukasi kepada generasi muda dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan dapat memperkuat upaya menjaga kelestarian pesisir sekaligus mendukung keberlanjutan ekonomi maritim.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |