Rata-Rata Suhu Seluruh Negara: Terpanas - Terdingin, RI Nomor Berapa?

1 hour ago 1

Kanthi Malikhah,  CNBC Indonesia

15 January 2026 19:30

Jakarta, CNBC Indonesia - Perbedaan suhu antar negara menunjukkan perbedaan iklim global yang signifikan. Perbedaan suhu tahunan dipengaruhi oleh berbagai faktor geografis seperti lintang, topografi, dan karakter wilayah.

Berdasarkan data World Bank Group yang menganalisis periode 1991-2020, Burkina Faso mencatat suhu rata-rata tahunan tertinggi di dunia dengan 30,4°C. Negara-negara Afrika mendominasi peringkat teratas, menguasai enam dari sepuluh posisi negara terpanas.

Di sisi lain, Greenland mencatat suhu rata-rata tahunan terendah di −18,7°C, diikuti oleh Svalbard dan Jan Mayen (wilayah Arktik Norwegia), Kanada, dan Rusia.

Negara-Negara di Afrika Sangat Panas

Suhu ekstrem di benua Afrika ditentukan oleh kombinasi beberapa faktor geografis dan klimatologis.

Pertama, posisi geografis Afrika yang sebagian besar terletak di zona tropis dan subtropis membuat benua ini menerima radiasi matahari vertikal yang intens sepanjang tahun.

Kedua, keberadaan Gurun Sahara seluas 9 juta kilometer persegi di Afrika Utara menciptakan zona panas ekstrem dengan tutupan vegetasi minimal yang tidak dapat menyerap panas.

Ketiga, pola sirkulasi atmosfer seperti sel Hadley menyebabkan udara kering turun di wilayah subtropis Afrika, menghasilkan kondisi gurun dengan curah hujan rendah dan langit cerah yang memaksimalkan paparan sinar matahari.

Keempat, ketinggian dataran Afrika yang relatif tinggi di beberapa wilayah tidak cukup untuk mengimbangi panas intens dari lokasi tropisnya.

Selain Afrika, beberapa negara kepulauan tropis dan negara Timur Tengah juga mencatat suhu tinggi secara konsisten. Aruba, Tokelau, Tuvalu, dan Curaçao mencatat rata-rata sekitar 28-29°C per tahun, sementara Qatar, Bahrain, dan Uni Emirat Arab menunjukkan angka serupa.

Greenland Sangat Dingin

Greenland mencatat suhu terendah di dunia karena kombinasi faktor-faktor ekstrem.

Pertama, posisi geografis Greenland di Lingkaran Arktik (antara 60°N hingga 83°N) membuat pulau ini menerima radiasi matahari dengan sudut sangat rendah, bahkan mengalami malam kutub selama musim dingin ketika matahari tidak terbit sama sekali selama berbulan-bulan.

Kedua, sekitar 80% wilayah Greenland tertutup oleh lapisan es permanen (ice sheet) dengan ketebalan rata-rata 2.135 meter, menciptakan efek albedo tinggi di mana permukaan es memantulkan hingga 90% radiasi matahari kembali ke atmosfer, mencegah pemanasan permukaan.

Ketiga, ketinggian rata-rata Greenland yang mencapai lebih dari 2.000 meter di atas permukaan laut menyebabkan suhu turun drastis mengikuti prinsip penurunan suhu adiabatik. Keempat, arus laut Arktik yang dingin mengelilingi pulau ini dan pola angin kutub yang konstan mempertahankan suhu rendah sepanjang tahun, membuat Greenland menjadi salah satu tempat paling tidak ramah bagi kehidupan manusia di planet ini.

Sementara itu, negara-negara Eropa umumnya berada di tengah peringkat, dengan suhu rata-rata antara 8°C dan 15°C.

Indonesia sendiri ada di peringkat 69 dengan rata-rata suhu tahunan  25.96 °C (78.73 °F). 


CNBC INDONESIA RESEARCH
[email protected]

(mae/mae)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |