Asosiasi Pengemudi Desak BHR Ojol 2026 Rp1,2 Juta

1 hour ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Asosiasi Pengemudi Ojek Daring Garda Indonesia mendesak Bantuan Hari Raya (BHR) 2026 dibayarkan langsung sebesar Rp1,2 juta per driver ojek online (ojol).

Ketua Umum Garda Indonesia Raden Igun Wicaksono mengatakan angka tersebut sebenarnya masih jauh dari kata ideal. Sebab, ojol cuma dapat Rp100 per bulan dari nilai BHR tersebut.

"Menurut kami sebenarnya masih jauh dari kelayakan bonus yang seharusnya diterima lebih besar dari Rp1,2 juta dibandingkan dengan margin profit atau margin kelebihan potongan dan skema ojol membayar ke aplikator agar mendapatkan order," katanya kepada CNNIndonesia.com, Rabu (4/3).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, ia menilai besaran BHR Rp1,2 juta cukup relevan dan rasional untuk saat ini, dan seharusnya dapat direalisasikan oleh aplikator kepada para mitra pengemudi.

"Harapan kami agar BHR tahun 2026 ini nilainya langsung Rp1,2 juta per mitra pengemudi, karena mereka akan menyambut hari raya untuk memenuhi kebutuhan keluarganya," ucap Igun.

Igun tidak ingin pemberian BHR sama seperti tahun lalu yang sifatnya hanya formalitas. Pada 2025, mayoritas besaran BHR yang diterima driver ojol hanya sebesar Rp50 ribu. Angka ini dinilai tidak manusiawi dan masuk akal.

"BHR tahun 2025 mayoritas pengemudi ojol hanya diberikan BHR Rp50 ribu, yang hanya formalitas untuk laporan ke presiden dan pemerintah bahwa aplikator telah melaksanakan pembagian BHR," ujar Igun.

Ia juga memberikan catatan mengenai kondisi pengemudi setelah pencairan BHR. Usai menerima bantuan tersebut, para mitra justru mengeluhkan adanya peningkatan tekanan, baik melalui potongan bagi hasil maupun penerapan skema baru yang memangkas pendapatan ngojol.

Karena itu, Garda Indonesia meminta pemerintah memonitor hal tersebut karena BHR pada dasarnya merupakan hak para mitra yang dipotong oleh aplikator.

"BHR juga pendapatan para mitra pengemudi ojol yang dipotong oleh aplikator yang melanggar regulasi Kepmenhub KP Nomor 1001 tahun 2022 yang mencantumkan bagi hasil biaya potongan aplikator 15 persen + 5 persen, namun setahun penerapannya melebihi 15 persen + 5 persen," kata Igun.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto telah mengungkap bahwa sebanyak 850 ribu pengemudi ojek online (ojol) akan menerima Bantuan Hari Raya (BHR) dengan total mencapai Rp220 miliar pada Lebaran tahun ini. Empat perusahaan aplikasi turut hadir dalam konferensi pers tersebut, yakni GoTo, Grab, Maxim, dan InDrive.

Airlangga mengatakan pemberian BHR tersebut telah melalui koordinasi intensif dengan para aplikator, sebagaimana ia sampaikan dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Selasa (3/3).

"Bonus hari raya ini telah dilakukan dengan komunikasi intensif dengan para aplikator dan alhamdulillah komitmen kuat dari para aplikator juga diwakili dengan yang hadir pada pagi hari ini," kata Airlangga.

"Kami mendorong penyaluran dilakukan lebih awal. H-14 atau paling lambat H-7 sebelum Idul Fitri," imbuhnya.

[Gambas:Video CNN]

(dhz/pta)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |