CNN Indonesia
Minggu, 19 Apr 2026 23:00 WIB
Ilustrasi. Forest bathing bisa meredekan stres. (iStock/Sidik Aryono)
Jakarta, CNN Indonesia --
Menghabiskan waktu di alam bukan sekadar aktivitas santai. Dalam beberapa waktu terakhir, kegiatan bernama forest bathing atau terapi hutan mulai dikenal sebagai cara untuk meredakan stres sekaligus menjaga kesehatan tubuh.
Melansir Cleveland Clinic, konsep ini berasal dari Jepang dengan istilah shinrin-yoku, yang secara harfiah berarti 'mandi hutan'.
Namun, kegiatan ini bukan benar-benar mandi, melainkan membenamkan diri dalam suasana hutan dengan melibatkan seluruh indera. Mulai dari melihat, mendengar, mencium, hingga merasakan lingkungan sekitar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apa itu forest bathing?
Forest bathing adalah aktivitas berjalan santai di area hijau sambil fokus pada pengalaman yang dirasakan. Berbeda dengan hiking atau olahraga, tujuan utamanya bukan jarak atau kecepatan, melainkan kesadaran penuh (mindfulness).
Psikolog klinis Susan Albers mengatakan, pemandangan, suara, dan aroma hutan dapat membawa kita hadir sepenuhnya di momen saat ini, sehingga otak berhenti mengantisipasi, mengingat, merenungkan, dan mengkhawatirkan berbagai hal.
Kegiatan ini berakar dari filosofi Jepang seperti yugen (kesadaran akan keindahan), komorebi (cahaya matahari di sela daun), dan wabi-sabi (keindahan dalam ketidaksempurnaan).
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa terapi hutan berpotensi memberi dampak positif, terutama untuk kesehatan mental. Berikut beberapa manfaatnya:
Mengutip Stanford Lifestyle Medicine, forest bathing diketahui dapat membantu menurunkan kadar kortisol atau hormon stres. Sensasi tenang dari alam membantu otak keluar dari pola overthinking dan kecemasan.
2. Meningkatkan suasana hati
Paparan lingkungan yang hijau dapat membantu meredakan gejala depresi ringan. Aktivitas ini memberi efek relaksasi yang membuat suasana hati lebih stabil.
3. Mendukung sistem imun
Sebuah penelitian tahun 2010 menemukan bahwa orang yang berjalan di hutan dua kali sehari selama dua jam memiliki kadar protein pembunuh kanker dan sel imun yang lebih tinggi.
4. Membantu fungsi otak
Udara yang lebih segar dan kaya oksigen di area hutan dapat membantu meningkatkan konsentrasi dan kejernihan berpikir.
Penelitian tahun 2011 menemukan bahwa terapi hutan bermanfaat bagi tekanan darah dan adiponektin, protein yang membantu mengatur kadar gula darah.
Meski efek terbaik didapat di hutan alami, bukan berarti forest bathing hanya bisa dilakukan di tempat terpencil. Bagi masyarakat perkotaan, ada beberapa alternatif untuk melakukan aktivitas ini, seperti:
• Taman kota
• Ruang terbuka hijau
• Kebun atau halaman rumah
• Ruangan dengan tanaman
Meski menjanjikan, para ahli menekankan bahwa forest bathing bukan pengganti pengobatan medis. Penelitian terkait manfaat fisiknya pun masih terus berkembang.
Namun, sebagai bagian dari gaya hidup sehat, aktivitas ini dinilai aman dan berpotensi memberikan dampak positif, terutama dalam mengelola stres sehari-hari.
(nga/tis)
Add
as a preferred source on Google

3 hours ago
2
















































