Ricuh di Kongres AS, Menteri Trump Bentak Anggota DPR: Jangan Tunjuk Saya!

15 hours ago 10

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Suasana sidang anggaran di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat memanas setelah Menteri Keamanan Dalam Negeri (Secretary of Homeland Security) Markwayne Mullin terlibat adu mulut dengan anggota DPR dari Partai Demokrat, Rosa DeLauro. Perdebatan sengit itu terjadi pada Kamis (25/6) dalam sidang House Appropriations Subcommittee on Homeland Security di Gedung Capitol, Washington DC, yang membahas anggaran serta kebijakan keamanan perbatasan dan imigrasi pemerintahan Presiden Donald Trump.

Ketegangan bermula ketika DeLauro menyinggung kebijakan pemisahan anak-anak migran dari orang tua mereka yang pernah diterapkan pemerintah federal.

"Tiga ribu sembilan ratus anak dipisahkan dari keluarga mereka," kata DeLauro saat mengajukan pertanyaan kepada Mullin.

Namun, pernyataannya langsung dipotong oleh Mullin.

"Empat ratus lima puluh ribu anak hilang di bawah pemerintahan Biden, dan Anda tidak mengatakan sepatah kata pun," ujar Mullin.

Angka 450 ribu yang disebut Mullin merujuk pada klaim pemerintahan Trump mengenai anak-anak migran tanpa pendamping yang masuk ke Amerika Serikat pada masa pemerintahan Presiden Joe Biden. Klaim tersebut menuai perdebatan karena tidak berarti seluruh anak itu hilang secara fisik, melainkan mengacu pada anak-anak yang kemudian ditempatkan bersama sponsor atau kerabat sehingga keberadaan mereka tidak lagi dipantau secara langsung oleh pemerintah federal.

"Tuan Menteri, jangan menyela," balas DeLauro.

"Jangan tunjuk saya," jawab Mullin dengan nada tinggi.

"Saya akan menunjuk Anda," kata DeLauro.

Perdebatan semakin memanas ketika Mullin menuding DeLauro bersikap munafik.

"Jangan jadi munafik," katanya.

DeLauro kembali mencoba melanjutkan pertanyaannya mengenai ribuan anak yang dipisahkan dari keluarganya selama kebijakan imigrasi Trump.

Namun Mullin kembali memotong.

"Anda seharusnya juga sedih terhadap 450 ribu anak itu."

"Saya memang sedih," jawab DeLauro.

Mullin kemudian kembali menyerang.

"Anda tidak pernah mengatakan sepatah kata pun."

Situasi yang semakin tidak terkendali membuat DeLauro meminta Ketua Subkomite, anggota Partai Republik Mark Amodei, turun tangan.

"Pak Ketua, bisakah Anda menegurnya?" kata DeLauro.

Alih-alih mereda, Mullin justru melontarkan ancaman verbal.

"Anda harus diberi pelajaran," katanya.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |