RMIT Soroti Peran Procurement dalam Mendorong Ekonomi Hijau Indonesia

7 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — RMIT University di Australia membawa keahlian globalnya dalam kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), sustainable procurement, dan praktik bisnis regeneratif ke Indonesia. Inisiatif ini hadir ketika semakin banyak organisasi dituntut untuk menerjemahkan komitmen keberlanjutan ke dalam keputusan pembelian dan pengelolaan vendor sehari-hari. Besarnya nilai belanja pemerintah menunjukkan bahwa procurement memiliki potensi strategis untuk mendorong ekonomi yang lebih hijau dan inklusif.

Pada 2025, total Rencana Umum Pengadaan kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah mencapai sekitar Rp 1.193,6 triliun berdasarkan agregasi data Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). Dengan skala tersebut, keputusan mengenai barang dan jasa yang dibeli, vendor yang dipilih, serta standar yang diterapkan dapat memberikan dampak luas bagi perekonomian, masyarakat, dan lingkungan.

Indonesia juga memiliki lebih dari 64 juta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berkontribusi lebih dari 60 persen terhadap produk domestik bruto dan menyerap hampir 97 persen tenaga kerja. Karena itu, perubahan dalam praktik procurement dapat memberikan dampak luas bagi pelaku usaha, pekerja, dan masyarakat.

Bekerja sama dengan BINUS University melalui BINUS Center of Excellence in Sustainability, RMIT Southeast Asia Hub akan mempertemukan para pemimpin perusahaan, para profesional di bidang procurement, dan pembuat kebijakan untuk membahas pemanfaatan AI, transparansi data, serta strategi regeneratif dalam meningkatkan kinerja vendor, mengelola risiko, dan memperkuat ketahanan rantai pasok.

Salah satu instrumen utama dalam inisiatif ini adalah Sustainable Procurement Disclosure Index. Indeks yang dikembangkan oleh para peneliti supply chain dari RMIT ini membantu organisasi menilai transparansi serta dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan dari praktik procurement mereka.

Inisiatif tersebut juga akan membahas bagaimana AI dapat digunakan untuk mengevaluasi vendor, mengenali potensi risiko, dan mendukung pelaporan keberlanjutan, dengan tetap menjaga pengawasan manusia dan akuntabilitas.

Tantia Dian Permata Indah, RMIT Director Indonesia, mengatakan, procurement perlu dipandang sebagai instrumen strategis dalam mendorong transisi keberlanjutan Indonesia.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |