Atlet lari jarak jauh Robi Syianturi melakoni latihan di Belitung.(MI/Dhika Kusuma Winata )
PELARI maraton andalan Indonesia, Robi Syianturi, mulai menyusun strategi matang dalam mengatur ritme latihan dan jadwal perlombaan. Langkah ini diambil guna memastikan dirinya mencapai performa puncak (peak performance) tepat saat perhelatan Asian Games 2026 mendatang.
Setelah melewati rangkaian kompetisi padat dalam beberapa bulan terakhir, termasuk keberhasilan memecahkan rekor di Copenhagen Marathon, Robi kini lebih selektif. Fokus utamanya adalah menjaga kebugaran fisik agar tidak mengalami kelelahan sebelum ajang multievent terbesar di Asia tersebut dimulai.
Persiapan serius Robi terlihat dalam sesi latihan yang dijalaninya di Belitung pada Selasa (11/8). Memulai aktivitas sejak pukul 05.15 WIB, ia membuka sesi dengan pemanasan sejauh 3-4 km selama 15 menit.
Masuk ke menu utama, Robi melahap lari 5 km sebanyak empat repetisi. Di antara setiap repetisi, ia mengambil jeda pemulihan selama dua menit dengan tetap melakukan jogging. Dalam sesi ini, Robi menunjukkan konsistensi tinggi dengan menjaga rata-rata waktu 15 menit untuk setiap 5 km. Bahkan pada repetisi terakhir, ia mampu meningkatkan intensitas dengan catatan waktu 14 menit 55 detik.
Secara akumulatif, total jarak latihan pagi itu mencapai sekitar 21 kilometer dengan rata-rata pace 3 menit 15 detik per km. "Alhamdulillah lancar. Semoga finishing-nya sangat baik, dapat peak-nya nanti di Asian Games. Sehat dan semoga nasib baik berpihak kepada saya," ujar Robi.
Modal Rekor Nasional dan Asia Tenggara
Rangkaian lomba yang diikuti Robi sebelumnya merupakan bagian dari pemetaan kekuatannya. Salah satu pencapaian paling prestisius terjadi di Copenhagen Marathon 2026. Di sana, Robi membukukan waktu 2 jam 12 menit 20 detik.
Catatan tersebut tidak hanya mempertajam rekor nasional (rekornas) dan personal best miliknya yang sebelumnya dicetak di Seville Marathon 2026 (2 jam 13 menit 18 detik), tetapi juga memecahkan rekor maraton tingkat Asia Tenggara. Dengan modal medali emas ASEAN Games yang sudah dikantongi, Asian Games menjadi tantangan besar berikutnya bagi pelari asal Belitung ini.
Statistik Rekor Robi Syianturi (2026):
- Copenhagen Marathon: 2 jam 12 menit 20 detik (Rekornas & Rekor Asia Tenggara)
- Seville Marathon: 2 jam 13 menit 18 detik
Kunci Performa: Kontrol Emosi
Bagi Robi, persiapan menuju maraton kelas dunia bukan sekadar urusan fisik dan kecepatan. Ia menekankan pentingnya aspek psikologis, terutama dalam mengendalikan emosi saat berlari.
"Mengendalikan emosi kuncinya. Jadi harus kita kontrol emosi agar nadi kita, heart rate kita tetap terkontrol. Jadi pas lari kita tetap dalam situasi yang aman dan enjoy untuk mengatur pace-nya," jelasnya.
Disiplin ini ia terapkan secara mandiri. Robi terbiasa menjalani latihan seorang diri tanpa bergantung pada suasana kelompok, baik di pagi maupun sore hari. Konsistensi ini diharapkan mampu membawanya naik ke podium Asian Games. "Doanya yang terbaik untuk di Asian Games, memberikan hasil yang terbaik buat Merah Putih. Syukur-syukur kalau Allah mengizinkan saya bisa medali," pungkasnya. (Dhk/I-1)















































