Semangat Para Siswa di Aceh Tamiang Kembali ke Sekolah

1 month ago 1

Laporan Bayu Adji P dari Aceh Tamiang, Aceh

REPUBLIKA.CO.ID, ACEH -- Puluhan siswa berkumpul di kelas-kelas SDN 1 Percontohan Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Senin (5/1/2026). Momen itu merupakan kali pertama mereka kembali ke sekolah usai terdampak bencana pada akhir November 2025 lalu.

Pagi itu, sekolah yang juga terendam banjir bandang hingga atap kelas tersebut belum sepenuhnya bersih. Sejumlah petugas TNI dan relawan masih berupaya membersihkan siswa lumpur di halaman sekolah, yang tingginya masih sekitar 30 sentimeter (cm). Satu alat berat yang diterjunkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) sejak sepekan terakhir belum mampu membersihkan sisa lumpur.

Meski kondisi sekolah masih kotor, para siswa yang tak memakai seragam itu tetap semangat datang ke sekolah. Seragam mereka bisa hilang, tapi semangat untuk belajar tak kunjung putus.

Salah satu siswa SDN 1 Percontohan Aceh Tamiang, Sheyna Nurahaya (12 tahun), mengaku senang bisa kembali belajar di sekolah. Pasalnya, sudah lebih dari satu bulan ia tidak berangkat ke sekolah lantaran sekolahnya terendam banjir. Sementara, perlengkapan sekolahnya pun juga banyak yang hilang.

"Rasanya senang karena bisa bertemu dengan teman-teman lagi, dan alhamdulillah hari ini juga dapat bantuan seperti alat tulis, tas, sepatu, dan alat-alat lainnya," kata dia kepada Republika, Senin.

Hari itu, Baznas sengaja menggelar kegiatan Kembali ke Sekolah di sejumlah sekolah dan madrasah yang terdampak bencana di Sumatera. Dalam program itu, Baznas juga menyalurkan bantuan perlengkapan sekolah untuk para siswa terdampak bencana. 

Menurut siswi kelas 6 itu, bantuan perlengkapan sekolah yang diberikan sangatlah membantu. Sebab, hampir semua barang-barang miliknya hilang terbawa banjir bandang.

"Sangat membantu karena apalagi kan hampir 90 persen siswa yang ada di pengungsian ini kan rumahnya hilang, barang-barangnya hilang," kata Sheyna. 

Meski hanya membawa peralatan seadanya, Sheyna mengaku tetap semangat pergi ke sekolah. Ia seolah tidak peduli dengan kondisi sekolahnya yang masih kotor. Semangatnya untuk belajar tetap menggebu.

"Semangat dan senang," kata dia.

Kendati demikian, perempuan itu tetap menyimpan harapan agar sekolahnya segera bisa dibenahi. Dengan begitu, para siswa dapat kembali belajar dengan optimal, mengingat saat ini baru sekitar tiga ruang kelas yang dapat digunakan untuk belajar. 

"Harapan kedepannya semoga cepat sekolah cepat bisa kembali sekolah lagi kayak biasa, terus sekolah cepat diberesin lagi, dan mendapat banyak bantuan untuk membantu kami semua yang ada di sini," ujar dia.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |