REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Memasuki pekan kedua bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, pemerintah daerah di berbagai penjuru Indonesia mulai mengintensifkan program pembinaan mental bagi generasi muda.
Melalui instrumen Pesantren Ramadhan, wilayah Kabupaten Kapuas di Kalimantan Tengah dan Kabupaten Pasaman Barat di Sumatera Barat secara serentak menjadikan sekolah dan rumah ibadah sebagai pusat penguatan moral serta spiritual pelajar.
Di Kalimantan Tengah, Pemerintah Kabupaten Kapuas resmi membuka kegiatan Pesantren Ramadhan pada 2-4 Maret 2026 yang dipusatkan di Masjid Agung Al-Mukarram Amanah Kuala Kapuas. Asisten Administrasi Umum Setda Kapuas, Perry Noah, menegaskan bahwa agenda ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan investasi strategis dalam membangun sumber daya manusia yang berintegritas.
Dengan mengusung tema "Ramadhan sebagai Momentum Pembentukan Karakter Islami Menuju Kapuas Bersinar", kegiatan ini menitikberatkan pada keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan landasan spiritual. Pemerintah setempat berkomitmen menjadikan masjid sebagai pusat peradaban, di mana para pelajar digembleng untuk menumbuhkan kepedulian sosial serta memperbaiki akhlak di tengah dinamika zaman.
Integrasi Adat dan Syarak di Pasaman Barat
Bergeser ke wilayah barat Indonesia, Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat juga melaksanakan program serupa di setiap satuan pendidikan hingga 13 Maret 2026. Uniknya, kurikulum Pesantren Ramadhan di Bumi Mekar Tuah Basamo ini diintegrasikan dengan nilai-nilai lokal Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK).
Kepala Dinas Pendidikan Pasaman Barat, Imter Pedri, menjelaskan bahwa program ini dirancang inklusif. Sementara peserta didik Muslim mengikuti tadarus, kajian jenazah, dan lomba tahfidz, siswa non-Muslim pun dianjurkan mengikuti kegiatan bimbingan rohani sesuai kepercayaan masing-masing. Penjadwalan pun disusun secara bertingkat:
Tingkat TK & SD Kelas Rendah: Berlangsung singkat hingga pukul 10.00 WIB.
Tingkat SD Kelas Atas & SMP: Berakhir hingga waktu Zuhur, ditutup dengan shalat berjamaah untuk membiasakan kedisiplinan ibadah.
Sinergi Mental dan Spiritual
Melalui pelaksanaan Pesantren Ramadhan di kedua wilayah ini, terlihat kesamaan visi bahwa pembangunan daerah tidak boleh hanya bertumpu pada aspek fisik dan ekonomi.
Inovasi pendidikan di bulan puasa ini diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki ketahanan mental dan kematangan spiritual.
Dengan pembiasaan ibadah seperti infak dan zikir sejak dini, pemerintah daerah optimistis masa depan Indonesia akan diisi oleh pemimpin-pemimpin yang memiliki komitmen moral yang kuat.
sumber : Antara

2 hours ago
1
















































