REPUBLIKA.CO.ID, GAZA — Juru bicara Pertahanan Sipil Palestina Mahmoud Basal mengumumkan bahwa 29 warga Palestina syahid akibat agresi Israel yang terus berlangsung selama periode libur Idul Adha. Korban mencakup banyak perempuan dan anak-anak, yang semakin menegaskan memburuknya bencana kemanusiaan yang dihadapi penduduk sipil Gaza.
Meski menghadapi kekurangan peralatan, sumber daya operasional, dan kemampuan tanggap darurat yang sangat serius, tim Pertahanan Sipil tetap melanjutkan operasi penyelamatan. Pada Sabtu, mereka menangani sembilan insiden berbeda, mengevakuasi korban dari bawah reruntuhan, membawa korban luka, dan membantu warga sipil yang terjebak di daerah yang masih menjadi sasaran serangan.
Basal menegaskan bahwa para petugas darurat bekerja dalam kondisi yang sangat sulit, sementara kesenjangan antara kebutuhan mendesak di lapangan dan sumber daya yang tersedia terus melebar.
Ia juga memperingatkan bahwa terus bertambahnya korban sipil, terutama perempuan dan anak-anak, menempatkan tanggung jawab moral dan kemanusiaan yang mendesak di pundak komunitas internasional untuk segera bertindak.
Basal kembali menyerukan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), para mediator internasional, dan seluruh pihak terkait untuk mengambil langkah mendesak guna melindungi warga Palestina, menghentikan serangan terhadap kawasan berpenduduk, serta memberikan dukungan penting kepada lembaga kemanusiaan dan layanan darurat agar dapat terus menjalankan operasi penyelamatan nyawa dan mengurangi penderitaan warga sipil.
Menurut data terbaru yang dirilis Kementerian Kesehatan Palestina, sebanyak 929 warga Palestina syahid dan 2.811 lainnya terluka sejak "gencatan senjata" mulai berlaku pada 10 Oktober. Selain itu, sebanyak 781 jenazah berhasil dievakuasi dari berbagai lokasi di seluruh Jalur Gaza.
Data kumulatif kementerian tersebut menunjukkan bahwa sejak dimulainya genosida Israel di Gaza pada 7 Oktober 2023, jumlah korban tewas telah meningkat menjadi 72.938 orang. Sementara itu, sebanyak 172.919 warga Palestina lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.
Kejadian terkini, seorang warga Palestina syahid dan beberapa lainnya terluka pada Sabtu (7/6/2026) setelah serangan Israel menghantam pos kepolisian di Deir al-Balah, Gaza tengah. Serangan itu terjadi ketika pasukan Israel terus melanggar "gencatan senjata" di wilayah kantong Palestina yang terkepung tersebut pada hari keempat Idul Adha.
Media lokal mengidentifikasi korban syahid sebagai Jamal Abu Aoun, Kepala Departemen Anestesi Rumah Sakit Yaffa. Laporan dari lapangan menyebutkan bahwa baterai artileri Israel meningkatkan intensitas pengeboman di wilayah timur Khan Younis, Gaza selatan. Sementara itu, kendaraan militer Israel melakukan manuver aktif di sepanjang garis depan wilayah timur.
Rentetan tembakan senapan mesin berat juga dilaporkan terjadi di kawasan pinggiran selatan dan timur kota. Kondisi tersebut memicu kepanikan luas di kalangan warga dan memaksa penduduk Palestina tetap berada dalam ancaman yang tinggi.

1 hour ago
1
















































