Singgung Pesan Nabi, Pezeshkian: Iran tak Mencari Perang

3 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Presiden Masoud Pezeshkian menggambarkan hakikat ajaran agama sebagai kasih sayang, kejujuran, dan penjagaan hak asasi manusia. Dia menegaskan prinsip kebijakan Republik Islam Iran.

“Sejak awal kami telah menyatakan bahwa kami tidak mencari perang. Kami mencari persatuan dan pelayanan kepada rakyat. Namun, mereka berupaya menghambat pelayanan ini melalui tekanan ekonomi untuk menggambarkan bahwa sistem ini tidak efisien," kata Pezeskhian dikutip dari kantor berita IRNA pada Senin (9/2/2026) dalam pertemuan dengan para tokoh agama-agama Samawi pada peringatan 47 tahun kemenangan Revolusi Islam.

Ia menguraikan landasan ideologis bersama agama-agama samawi, dengan menekankan peran para nabi dalam menegakkan keadilan, menyebarkan kebaikan, dan melindungi hak asasi manusia di masyarakat.

“Yang dipahami dari Firman Tuhan adalah bahwa semua nabi datang untuk menegakkan keadilan di masyarakat dan memastikan manusia diadili berdasarkan kebenaran. Dalam logika agama-agama ilahi, manusia adalah ‘Satu Umat’, dan seruan utama semua nabi adalah menyembah Tuhan, beriman kepada hari akhir, serta saling menghormati hak satu sama lain.”

Pezeshkian mencatat bahwa banyak perselisihan muncul akibat menjauhnya manusia dari jalan tersebut. Menurutnya, jika manusia saling menghormati hak masing-masing dan bertindak dengan semangat persaudaraan, kasih sayang, dan pemaafan, maka akar banyak konflik akan lenyap. Menurut ajaran Al-Qur’an, perpecahan muncul ketika sebagian orang, meskipun memiliki pengetahuan, menyimpang dari jalan kebenaran karena keserakahan dan keinginan untuk merasa unggul.

Presiden menekankan bahwa inti ajaran agama adalah kasih sayang, kejujuran, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia. Menurutnya, sifat ‘Rahman’ (Maha Pengasih) dan ‘Rahim’ (Maha Penyayang) pada awal ibadah berfungsi sebagai pengingat bahwa perilaku orang beriman harus disertai dengan kebaikan dan keadilan. Tantangan utama muncul ketika keyakinan ini tidak tercermin dalam perilaku sosial.

Merefleksikan 47 tahun sejak kemenangan Revolusi Islam, Pezeshkian mempertanyakan sejauh mana keadilan dan kasih sayang telah terwujud dalam masyarakat.

“Sejak hari-hari awal Revolusi, ketika kami berniat untuk mandiri dan berdiri di atas kaki sendiri, konspirasi, perpecahan, kudeta, dan perang dipaksakan terhadap negara ini. Pemuda-pemuda terbaik bangsa ini mengorbankan nyawa mereka untuk mempertahankan tanah air dan mewujudkan keadilan serta kebenaran, dan mereka tidak membiarkan sejengkal pun wilayah negara ini jatuh ke tangan musuh.”

Presiden merujuk pada pesan tegas Nabi Muhammad saat pembebasan Makkah, dengan menyatakan: “Rasulullah bersabda bahwa manusia, dari masa Nabi Adam hingga hari ini, adalah setara; tidak ada orang Arab yang lebih unggul dari non-Arab, dan tidak ada orang berkulit putih yang lebih unggul dari orang berkulit hitam, kecuali dengan ‘takwa’. Takwa berarti berpikir benar, berkata benar, dan bertindak benar; artinya melangkah tanpa kesalahan.”

Pezeshkian menambahkan bahwa takwa tidak terbatas pada ibadah individual. Menurutnya, jika seseorang mengaku beragama tetapi tidak melaksanakan kewajibannya dengan benar dalam praktik, maka ia bukan orang yang bertakwa. Jika kita sholat, itu agar kita tidak berkhianat; jika kita beriman kepada Tuhan, itu berarti kita tidak boleh berbohong atau menginjak-injak hak rakyat.

Ia juga menegaskan bahwa dalam logika keagamaan, kufur berarti penolakan terhadap kebenaran. “Semua agama ilahi datang untuk mengatakan kepada kita agar tidak berperang; kita adalah satu umat, dan keunggulan hanya terletak pada berpikir dengan benar, berbicara dengan benar, dan bertindak dengan benar.”

Presiden juga merujuk pada perjanjian ilahi dengan para nabi mengenai kejujuran dan kebenaran. Dia menyatakan, kriteria utama adalah kejujuran, karena akar banyak perselisihan terletak pada keegoisan dan kepentingan diri.

“Bangsa Iran, tanpa memandang perbedaan etnis, agama, atau gender, akan bergandengan tangan untuk membangun Iran yang makmur, bermartabat, dan membanggakan," kata Presiden Pezeshkian.

Sumber:

IRNA

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |