Sulawesi Selatan Menjadi Gerbang Strategis Angkutan Lebaran 2026

6 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pada musim mudik, arah angin perjalanan selalu bergerak ke timur. Di peta Indonesia, satu simpul tampak berdenyut lebih cepat dari yang lain: Sulawesi Selatan. Di sanalah jutaan langkah akan bertemu, berpapasan, lalu bergerak lagi, menuju kampung halaman, menuju keluarga, menuju rindu yang setahun dipendam.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memahami benar denyut itu. Menjelang Angkutan Lebaran 2026, ia menegaskan peran strategis Sulawesi Selatan sebagai gerbang utama Indonesia bagian timur. Sebuah peran yang bukan sekadar letak geografis, melainkan simpul besar dalam sistem transportasi nasional. Karena itulah, menurutnya, dibutuhkan kesiapan matang dan kolaborasi erat antara pemerintah pusat dan daerah.

Koordinasi pun dilakukan bersama Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman. Langkah itu bukan tanpa alasan. Berdasarkan survei Badan Kebijakan Transportasi (BKT), Sulawesi Selatan termasuk provinsi asal dan tujuan favorit pemudik tahun ini. Dari wilayah ini, diperkirakan 3,92 juta orang, sekitar 2,7 persen dari total pergerakan nasional, akan melakukan perjalanan. Sebagai daerah tujuan, angkanya bahkan lebih besar: 5,36 juta orang atau 3,40 persen pergerakan nasional diprediksi mengalir masuk.

Di jantung pergerakan itu, Makassar akan menjadi panggung utama. Bandara Sultan Hasanuddin diperkirakan masuk lima besar bandara terpadat, baik sebagai titik keberangkatan maupun kedatangan. Sekitar 508 ribu orang diproyeksikan terbang dari bandara ini, sementara lebih dari 627 ribu penumpang akan mendarat di sana. Di laut, Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar menjadi pelabuhan asal dan tujuan terpadat kedua secara nasional, dengan ratusan ribu penumpang bergerak melalui dermaganya.

Lonjakan itu tentu menuntut antisipasi. Manajemen lalu lintas, pengaturan keluar-masuk kendaraan, hingga penyediaan angkutan pengumpan (feeder) menjadi perhatian utama. Kementerian Perhubungan juga kembali menggulirkan program Mudik Gratis untuk menekan kepadatan kendaraan pribadi. Sulawesi Selatan masuk dalam rute tujuan kapal laut, dengan lintasan Batulicin–Makassar, Balikpapan–Parepare, Siwa–Tobaku, dan Tobaku–Siwa.

Namun arus mudik tak hanya tentang bandara dan pelabuhan. Di jalan-jalan poros, denyut lain perlu diwaspadai: pasar tumpah yang mengundang kemacetan, seperti di Pallangga (Gowa), Mandai (Maros), dan Tompo (Barru), juga sejumlah pasar tradisional di Makassar. Selepas Lebaran, destinasi wisata seperti Puncak Malino, Tanjung Bira, dan Pantai Losari diperkirakan dipadati pengunjung sejak H+1.

Menhub juga mendorong optimalisasi masjid sebagai tempat singgah. Di Sulawesi Selatan, terdapat 307 masjid yang berpotensi dimanfaatkan sebagai rest area pendukung, dengan fasilitas parkir, air bersih, sanitasi, serta ruang istirahat sementara. Sebab mudik bukan hanya tentang bergerak cepat, tetapi juga tentang berhenti sejenak dengan aman.

sumber : Antara

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |