Survei AS: Mayoritas Warga Sebut Biaya Hidup Terburuk, Pendukung Trump Terbelah

6 hours ago 3

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald John Trump.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Mayoritas warga Amerika Serikat masih belum puas terhadap kinerja ekonomi Presiden Donald Trump. Sebuah survei terbaru menunjukkan banyak pemilih menilai kondisi keuangan mereka memburuk sejak Trump kembali menjabat, sementara konflik dengan Iran dinilai memperparah tekanan biaya hidup.

Jajak pendapat yang dilakukan Public First untuk POLITICO menemukan bahwa lebih dari 60 persen responden menilai perang Iran telah membuat harga berbagai kebutuhan menjadi lebih mahal. Kenaikan harga tersebut mencakup bensin, bahan makanan, hingga tiket pesawat.

Temuan tersebut menambah tantangan bagi Trump menjelang pemilihan paruh waktu. Meski sejumlah indikator ekonomi masih relatif kuat, persepsi publik terhadap kondisi ekonomi belum menunjukkan perbaikan yang signifikan.

Survei menunjukkan 53 persen warga Amerika mengatakan biaya hidup saat ini merupakan yang terburuk yang pernah mereka alami. Angka tersebut meningkat dibandingkan November tahun lalu ketika hampir separuh responden menyampaikan penilaian serupa.

Mayoritas responden juga menyatakan kondisi keuangan pribadi mereka memburuk sejak Trump kembali ke Gedung Putih. Bahkan sekitar 18 persen pemilih yang mendukung Trump pada Pilpres 2024 mengaku mengalami kemunduran kondisi finansial, sebagaimana diberitakan beberapa hari lalu.

Trump Masih Jadi Sasaran Kritik

Upaya Partai Republik untuk menyalahkan mantan Presiden Joe Biden atas kondisi ekonomi saat ini tampaknya belum berhasil mengubah pandangan publik.

Survei menunjukkan hampir separuh warga Amerika menilai Trump memikul tanggung jawab penuh atau sebagian besar terhadap kondisi ekonomi saat ini. Sebaliknya, hanya 28 persen responden yang masih menyalahkan Biden.

Kevin Madden, ahli strategi komunikasi Partai Republik, mengatakan pemerintahan Trump menghadapi tantangan yang mirip dengan yang pernah dihadapi pemerintahan Biden ketika inflasi meningkat.

Menurut Madden, masyarakat merasakan langsung tekanan harga sehingga sulit menerima narasi yang meremehkan dampak kenaikan biaya hidup.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |