Taktik Kontainer Katering: Operasi Rahasia Trump Hindari Ancaman Iran di Turki

5 days ago 5
 Operasi Rahasia Trump Hindari Ancaman Iran di Turki Donald Trump.(Al Jazeera)

PEJABAT senior pemerintahan Amerika Serikat mengungkapkan ada operasi penyamaran yang rumit untuk mengevakuasi Presiden Donald Trump dari Turki selama KTT NATO bulan lalu. Langkah ekstrem ini diambil setelah munculnya ancaman kredibel dari Iran terhadap keselamatan presiden dan pesawat kepresidenan Air Force One.

Dua pejabat senior AS pada Senin (10/8/2026) menyebutkan bahwa Trump dipindahkan secara rahasia menggunakan kontainer katering ke jet militer terpisah. Operasi ini dilakukan untuk mengecoh pihak-pihak yang mengincar sang presiden di tengah ketegangan perang yang melibatkan kedua negara.

Rencana Pengelabuan di Ankara

Secara publik, Trump dan pejabat lain menyatakan bahwa ia akan meninggalkan Turki pada 8 Juli menggunakan versi lama Air Force One, alih-alih pesawat mewah Boeing 747-8 sumbangan Qatar yang ia gunakan saat tiba. Trump sempat berseloroh kepada wartawan bahwa pergantian pesawat itu dilakukan demi mengenang masa lalu.

Namun, fakta di lapangan jauh berbeda. Setelah Trump terlihat menaiki pesawat lama melalui pintu kiri di depan kamera media, ia segera dipindahkan melalui sisi berlawanan menggunakan kontainer katering yang diangkat ke pintu pesawat. Dari sana, ia dibawa ke pesawat ketiga--yang diidentifikasi oleh Washington Post sebagai C-32A, varian militer Boeing 757--untuk terbang secara rahasia ke Inggris.

Fakta Operasi: Wartawan dan sebagian staf Gedung Putih yang berada di pesawat Air Force One lama tidak menyadari bahwa mereka berfungsi sebagai umpan. Mereka tetap terbang ke pangkalan udara di Inggris tanpa mengetahui bahwa presiden tidak ada di dalam pesawat tersebut.

Ancaman Kredibel dari Iran

Keputusan untuk melakukan penyamaran ini muncul hanya dalam hitungan jam setelah intelijen menentukan bahwa ancaman dari Iran sangat kredibel. Ancaman tersebut tidak spesifik pada pesawat tertentu, melainkan menargetkan Trump pada sarana transportasi apa pun yang ia gunakan.

Direktur Komunikasi Gedung Putih, Steven Cheung, mengisyaratkan penggunaan taktik ini. "Ada banyak musuh Amerika yang mengincarnya, dan kami menggunakan setiap alat yang tersedia--termasuk pengalihan dan penyesatan--untuk mengatasi ancaman tersebut," ujarnya.

Operasi rahasia ini melibatkan pejabat tinggi militer, termasuk Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth. Selama penerbangan dari Turki, awak media di pesawat umpan bahkan diperintahkan untuk menutup tirai jendela kabin dengan alasan keamanan.

Sejarah Panjang Ancaman

Ketegangan antara Trump dan Iran telah berlangsung bertahun-tahun, terutama setelah Trump memerintahkan pembunuhan Jenderal Qassim Suleimani pada masa jabatan pertamanya. Sejak itu, Iran dilaporkan terus berupaya melakukan aksi balas dendam, mulai dari plot pembunuhan hingga peretasan akun pejabat kampanye.

Donald Mihalek, mantan agen Secret Service, menjelaskan bahwa penggunaan iring-iringan atau penerbangan umpan adalah prosedur standar saat presiden berada di wilayah dengan risiko pertempuran tinggi. "Tugas nomor satu agensi adalah menjaga keselamatan presiden, bukan transparansi publik," tegas Mihalek.

Sekembalinya ke Washington, Trump tetap bersikap menantang saat ditanya mengenai prosedur keamanan ketat tersebut. Ia menyatakan dirinya sebagai target nomor satu Iran, tetapi menegaskan bahwa segala tindakan diambil untuk memastikan keamanan nasional tetap terjaga di tengah konflik yang pecah sejak 28 Februari lalu. (New York Times/I-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |