Jakarta, CNN Indonesia --
Bencana tanah bergerak di Pamekasan, Jawa Timur, semakin meluas dan merembet ke pemukiman warga. Bahkan, rumah-rumah warga sampai retak parah akibat bencana tersebut.
Sejumlah video yang beredar di media sosial menunjukkan kondisi rumah-rumah warga mulai mengalami retak parah. Bukan cuma bangunan, halaman rumah warga juga tampak terbelah dan retak akibat pergerakan tanah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kekhawatiran rumah ambruk membuat warga berinisiatif menyelamatkan barang-barang penting. Terlihat genteng, perabot rumah tangga, hingga perlengkapan lainnya ditumpuk dan dipindahkan ke tempat yang lebih aman.
"Ini ada sekitar 9 rumah terdampak. Barang-barang sudah ditumpuk karena warga bersiap untuk mengungsi," kata perekam dalam video yang beredar di media sosial, melansir Detik, Sabtu (17/1).
Sebagian warga memilih mengungsi ke rumah terangga terdekat. Bahkan, ada juga yang mengungsi ke langgar berbahan kayu demi menghindari risiko yang lebih besar.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan mengatakan saat ini petugas piket di Posko Siaga Bencana Hidrometeorologi langsung diterjunkan ke lokasi.
"Kami sudah memerintahkan tim untuk segera menuju lokasi. Ini kejadian kedua di wilayah yang sama. Kemarin kami sudah melakukan asesmen pada jalan kampung yang retak dan longsor, dan hari ini ternyata merembet ke rumah warga," kata Plt Kalaksa BPBD Pamekasan Akhmad Dhofir Rosidi.
Dhofir menegaskan bahwa langkah warga untuk mengungsi sementara sudah sangat tepat guna menghindari risiko yang lebih parah.
"Kita tunggu hasil asesmen dari tim di lapangan. Jika nantinya dibutuhkan tenda pengungsian, kami siap menyiapkannya," ujar dia.
Sebelumnya, tanah gerak dan longsor di Desa Sana Daya telah merusak jalan perkampungan hingga tidak dapat dilalui secara normal. Warga diimbau tetap waspada dan segera mengungsi ke tempat yang lebih aman apabila kondisi tanah terus gerak.
(dmi/dmi)

3 hours ago
1














































