Jakarta, CNN Indonesia --
International Olympics Committee (IOC) tidak menjatuhkan sanksi kepada Israel dan Amerika Serikat (AS) usai menyerang Iran.
Hal tersebut tertuang dala rilis terbaru IOC pada Selasa (3/3) waktu Eropa atau Rabu (4/3) dini hari WIB. Rilis ini dikeluarkan IOC menjelang pembukaan Paralimpiade di Italia.
"Sebagai organisasi global, IOC harus menghadapi realitas kompleks. Pada setiap edisi Olimpiade, IOC harus berurusan dengan konsekuensi dari konteks politik saat ini dan perkembangan terbaru di dunia."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pada saat yang sama, IOC harus memenuhi misinya untuk melestarikan platform olahraga global yang berbasis nilai dan benar-benar mendunia yang dapat memberikan harapan bagi dunia," tulis IOC.
Rilis ini tidak secara terbuka menyebut Israel, Amerika Serikat, dan Iran yang sedang berperang. Perang bermula dari serangan Israel-AS ke wilayah Iran dan menewaskan pemimpin tertinggi, Ayatollah Ali Khamenei.
Serangan Israel-AS ini dibalas Iran dengan serbuan rudal ke pangkalan milter AS yang tersebar di Asia Barat. Situasi ini membuat geopolitik dan ekonomi terdampak negatif.
"Kami mengimbau semua negara anggota PBB untuk mendukung para atlet yang telah lolos kualifikasi untuk Paralimpiade Musim Dingin Milano Cortina 2026," tulis IOC pada paragraf terakhir rilisnya.
Sikap IOC ini kontras dengan kebijakan saat Rusia menginvasi Ukraina. Ketika itu IOC langsung menjatuhkan sanksi kepada Rusia, yang itu berdampak pada para atlet.
Atlet-atlet Rusia tidak bisa tampil dalam semua kegiatan olahraga dengan bendera Rusia. Karena itu IOC sering dianggap memegang standar ganda jika terkait Israel-AS dan negara lainnya.
(abs/nva)

1 hour ago
1

















































