FDC Dental Clinic (FDC) memanfaatkan teknologi AI berbasis Google Cloud untuk mempercepat proses pemesanan jadwal pasien.(Dok.FDC)
FDC Dental Clinic (FDC) memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) berbasis Google Cloud untuk mempercepat proses pemesanan jadwal pasien. Teknologi tersebut memangkas waktu reservasi yang sebelumnya dapat mencapai satu jam menjadi sekitar 15 detik.
Pemanfaatan teknologi itu dikembangkan FDC bersama mitra teknologi Tridorian dengan menggunakan Vertex AI dan Gemini dari Google Cloud. Sistem memungkinkan pasien melakukan reservasi melalui aplikasi, memilih klinik dan layanan, hingga menyelesaikan pembayaran uang muka dalam waktu lebih singkat.
Founder dan CEO FDC Ita Lestari, mengatakan penerapan AI ditujukan untuk meningkatkan akses dan kemudahan masyarakat terhadap layanan kesehatan gigi.
"Di tengah tantangan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan gigi, teknologi harus memberikan manfaat yang nyata. Bagi kami, teknologi bukan sekadar membuat sistem menjadi lebih canggih, tetapi harus membuat pasien lebih mudah mendapatkan layanan, lebih cepat, dan merasa lebih nyaman," kata Ita dalam keterangannya, Selasa (11/8).
Menurut Ita, sebelum menggunakan sistem berbasis AI, proses pemesanan melalui chatbot masih membutuhkan dukungan manual dari tim internal. Ketika jumlah pengguna meningkat, permintaan reservasi dapat mencapai ribuan secara bersamaan sehingga waktu tunggu pasien bisa mencapai satu jam.
FDC kemudian mengembangkan sistem pemesanan berbasis AI yang terintegrasi dengan platform digital perusahaan. Teknologi tersebut juga diarahkan untuk memberikan layanan yang lebih responsif dan menyesuaikan kebutuhan pengguna.
"Ke depan, teknologi juga dapat dikembangkan agar mampu memahami karakteristik bahasa dan kebutuhan pengguna yang beragam di Indonesia. Namun, prinsipnya tetap sama, teknologi harus membantu menciptakan pelayanan yang lebih humanis," ujar Ita.
TINGKATKAN KAPASITAS OPERASIONAL
Chief Technology Officer FDC M. Reza Avesena mengatakan transformasi digital tidak hanya mempercepat layanan pasien, tetapi juga meningkatkan kapasitas operasional perusahaan.
"Jika sebelumnya satu agen hanya dapat mendukung operasional satu klinik, melalui sistem yang telah terintegrasi saat ini satu agen dapat mendukung hingga sekitar 30 klinik. Artinya, kami dapat meningkatkan kapasitas pelayanan tanpa mengurangi kualitas pengalaman pasien," kata Reza.
Dari sisi infrastruktur, FDC menggunakan Cloud Run dari Google Cloud. Teknologi tersebut memungkinkan kapasitas sistem menyesuaikan kebutuhan pengguna secara otomatis.
Berdasarkan evaluasi internal FDC, penerapan teknologi tersebut menurunkan biaya infrastruktur hingga sekitar 35%. Sistem juga disiapkan untuk mendukung peningkatan jumlah pengguna dan ekspansi jaringan klinik.
"Sejak awal kami bekerja bersama tim Google Cloud dan Tridorian dalam membangun arsitektur solusi yang sesuai dengan kebutuhan FDC. Pendekatan yang hands-on dan komunikasi yang terbuka membantu kami membangun infrastruktur yang scalable untuk mendukung pertumbuhan bisnis dan layanan kepada pasien," ujar Reza.
PENERAPAN AI LAINNYA
Selain untuk layanan pasien, FDC mulai menerapkan AI dalam sejumlah proses internal, termasuk pengelolaan dan seleksi awal kandidat untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja seiring ekspansi jaringan klinik.
Saat ini, FDC menyebut telah melayani lebih dari 2 juta pengguna melalui platform digitalnya dan mengoperasikan lebih dari 70 klinik di berbagai kota di Indonesia. Perusahaan juga melayani lebih dari 60 ribu pasien setiap bulan.
FDC menargetkan pengembangan jaringan menjadi lebih dari 100 klinik. Ita mengatakan pemanfaatan teknologi menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan gigi.
"Pertumbuhan FDC bukan hanya tentang menambah jumlah klinik. Yang lebih penting adalah bagaimana pertumbuhan tersebut membuat semakin banyak masyarakat mendapatkan akses terhadap layanan kesehatan gigi yang berkualitas, nyaman, dan terjangkau. AI dan teknologi membantu kami memperbesar impact tersebut," kata Ita. (E-2)















































