Transformasi Digital Industri Bisa Bertahap, ABB Tawarkan Modernisasi Minim Risiko

6 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — ABB Ltd. memperkenalkan pendekatan transformasi digital industri yang dapat dilakukan secara bertahap tanpa mengganggu operasional. Melalui program Automation Extended dan peluncuran sistem kontrol terbaru ABB Ability™ System 800xA® 7.0, perusahaan teknologi elektrifikasi dan otomasi global ini menyiapkan jalur modernisasi yang stabil dan minim risiko bagi pelaku industri.

Pendekatan tersebut dirancang untuk membantu perusahaan memperbarui distributed control system (DCS) sambil menjaga kesinambungan produksi. Industri tetap dapat memanfaatkan sistem yang telah terpasang, sekaligus mengadopsi teknologi baru seperti analitik tingkat lanjut, kecerdasan buatan (AI), dan Internet of Things (IoT) sesuai tingkat kesiapan masing-masing.

Saat ini sektor industri menghadapi tekanan yang semakin kompleks, mulai dari volatilitas pasar, ancaman keamanan siber, hingga tuntutan regulasi dan perubahan dinamika tenaga kerja. Automation Extended dikembangkan untuk menjawab tantangan tersebut melalui inovasi yang dapat diterapkan cepat tanpa menghentikan proses produksi.

“Di berbagai industri yang kami layani—yang banyak di antaranya mengoperasikan infrastruktur berskala besar dan kompleks—pelaku industri membutuhkan modernisasi yang tidak mengganggu operasional. Automation Extended menghadirkan kapabilitas masa depan ke dalam sistem yang telah mereka kenal dan percaya, dengan keamanan dan interoperabilitas sebagai fondasi utama,” ujar President ABB Automation Business Area Peter Terwiesch dalam acara buka puasa bersama awak media di Jakarta, Rabu (25/2/2026).

Operator tetap dapat memanfaatkan platform yang telah teruji seperti ABB Ability™ System 800xA®, ABB Ability™ Symphony® Plus, dan ABB Freelance. Modernisasi dilakukan melalui jalur terstruktur yang menjaga integritas sistem inti sekaligus membuka ruang peningkatan efisiensi, fleksibilitas, dan kinerja operasional.

Pendekatan ini menggunakan arsitektur separation of concerns yang memisahkan lingkungan kontrol dan lingkungan digital. Sistem kontrol utama tetap berjalan stabil dan presisi, sementara lapisan digital memungkinkan penerapan analitik real-time, edge intelligence, serta pemanfaatan AI dan machine learning untuk mendukung pengambilan keputusan tanpa memengaruhi operasi kritis.

Ekosistem otomasi dibangun dengan standar terbuka dan modular guna memastikan interoperabilitas dan skalabilitas di berbagai sektor, mulai dari pembangkitan listrik hingga minyak dan gas. Integrasi teknologi seperti Open Platform Communications Unified Architecture (OPC UA) dan arsitektur cloud-native juga memungkinkan deteksi anomali secara proaktif, pemantauan kondisi aset berkelanjutan, serta optimalisasi strategi pemeliharaan.

Sebagai bagian dari strategi modernisasi jangka panjang, perusahaan juga meluncurkan ABB Ability™ System 800xA® versi 7.0 dengan skema Long Term Support (LTS). Sistem ini menyediakan jalur peningkatan yang stabil untuk instalasi lama maupun proyek baru, dengan kompatibilitas luas terhadap sistem operasi terbaru serta dukungan virtualisasi yang lebih fleksibel.

“System 800xA 7.0 menandai langkah penting kami untuk menghadirkan inovasi dengan tetap menjaga kesinambungan. Versi ini memberikan platform yang tangguh saat ini dan membuka jalan menuju fungsionalitas Automation Extended, sehingga pelanggan dapat mengadopsi teknologi digital generasi berikutnya secara bertahap tanpa gangguan,” ujar Senior Vice President ABB Automation Technology Stefan Basenach.

Versi terbaru tersebut juga menghadirkan model pengiriman modular melalui Extension Packs, penguatan keamanan siber yang selaras dengan standar IEC 62443, serta peningkatan konektivitas dan interoperabilitas sistem. Langkah ini membantu pelaku industri menekan risiko operasional sekaligus menurunkan biaya siklus hidup teknologi.

Automation Extended dan System 800xA 7.0 dirancang untuk mempercepat transformasi menuju operasi industri yang lebih cerdas, efisien, dan berkelanjutan. Jalur modernisasi yang fleksibel memberi kepastian bagi perusahaan untuk berinovasi tanpa mengorbankan keandalan operasional serta kesiapan menuju sistem yang semakin otonom.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |