Pesepak bola Timnas Putri Indonesia U-17 mengikuti latihan di Lapangan Sutasoma, Halim, Jakarta, Sabtu (2/5/2026). Latihan tersebut sebagai persiapan Timnas Putri Indonesia U-17(ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/nym.)
KOMPETISI sepak bola putri nasional kembali digelar setelah sempat vakum selama tujuh tahun. PSSI memperkenalkan Indonesia Women’s League (IWL) sebagai kompetisi baru yang dijadwalkan mulai bergulir pada Oktober 2026.
IWL musim perdana akan dimulai pada 17 Oktober dengan format terpusat di Stadion Soemantri Brodjonegoro, Jakarta. Kompetisi awal ini diikuti enam klub dari kawasan Jabodetabek, yakni Bekasi FC, Persikad Depok, Dewa United, Persija Jakarta, Persita Tangerang, dan Garuda Yaksa.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengatakan penyelenggaraan liga putri merupakan bagian dari upaya membangun kompetisi yang dapat berlangsung secara berkelanjutan. PSSI, menurut dia, tidak ingin kompetisi hanya berjalan sesaat tanpa fondasi yang jelas.
"Sepak bola wanita tidak pernah dinomorduakan oleh kepengurusan PSSI saat ini. Kita tidak ingin liga ini lahir hanya untuk pencitraan lalu mati di kemudian hari. Ini adalah komitmen jangka panjang, dibangun dengan kalkulasi matang agar ekosistem dan klub peserta bisa terus sustainable," kata Erick Thohir saat peluncuran IWL di Jakarta, Selasa (11/8).
Format kompetisi dengan sistem terpusat dipilih untuk penyelenggaraan musim pertama. Enam klub peserta akan menjadi bagian dari tahap awal pengembangan liga sebelum kompetisi putri diperluas.
Komisaris PT Liga Indonesia Putri sekaligus Anggota Exco PSSI, Vivin Cahyani Sungkono, menyambut penyelenggaraan IWL sebagai langkah untuk mengembalikan kompetisi putri secara konsisten.
Bagi PSSI, keberadaan kompetisi reguler juga menjadi bagian penting dalam menyediakan ruang pertandingan bagi pemain putri. Kompetisi diharapkan dapat membantu pemain menjaga sekaligus meningkatkan kemampuan melalui pertandingan yang berlangsung secara teratur.
"Kami punya kerinduan yang sangat besar untuk menyelenggarakan Liga Putri secara konsisten. Pemain kita di seluruh Nusantara kini sedang bersukacita, mentalitas dan skill mereka akan terus diasah untuk menjadi pilar timnas masa depan," ungkap Vivin.
Dukungan terhadap penyelenggaraan IWL juga datang dari operator kompetisi. Direktur Utama PT I League Ferry Paulus memastikan pihaknya siap menjalankan kompetisi secara profesional, termasuk membantu klub dari sisi pembiayaan.
Skema subsidi tersebut disiapkan untuk membantu klub memenuhi kebutuhan selama kompetisi. Aspek finansial menjadi salah satu perhatian dalam membangun liga baru agar klub dapat menjalankan operasional secara lebih terukur.
"Kami di I League berkomitmen penuh memastikan IWL berjalan profesional. Kami telah menyiapkan skema subsidi yang proporsional agar klub peserta dapat mengarungi kompetisi dengan sehat secara finansial," ujar Ferry.
Sementara itu, CEO Indonesia Women’s League Teddy Tjahjono mengatakan IWL musim perdana akan membawa konsep penyelenggaraan yang berbeda. Kompetisi dikemas dalam format sports festival yang menggabungkan pertandingan sepak bola putri dengan sejumlah aktivitas pendukung.
"Kami menerapkan konsep sports festival yang menggabungkan pertandingan putri dengan beberapa modifikasi menarik. Sistem drafting pemain juga telah kami lakukan untuk memastikan pemerataan kekuatan di antara enam tim peserta, sehingga kompetisi berjalan kompetitif sejak hari pertama," jelas Teddy. (H-4)















































