CNN Indonesia
Kamis, 23 Apr 2026 21:00 WIB
Panorama Ho Chi Minh City di Vietnam. (Istockphoto/Sean3810)
Jakarta, CNN Indonesia --
Pemerintah Vietnam resmi memperketat prosedur masuk bagi wisatawan mancanegara dengan mewajibkan pengisian kartu kedatangan digital (e-Arrival card).
Seperti dikutip Time Out, aturan yang mulai berlaku efektif per 15 April 2026 ini bertujuan untuk mendigitalisasi proses administrasi di pintu masuk negara.
Kebijakan ini pertama kali diimplementasikan di Bandara Internasional Tan Son Nhat, Ho Chi Minh City, yang merupakan salah satu gerbang udara tersibuk di Vietnam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski saat ini baru berlaku di bandara tersebut, portal resmi imigrasi negara itu dilaporkan sudah menyiapkan opsi untuk jalur masuk darat dan laut, yang mengindikasikan perluasan aturan ke seluruh titik perbatasan dalam waktu dekat.
Langkah Vietnam ini menyusul kebijakan serupa yang telah lebih dulu diterapkan oleh negara tetangga di Asia Tenggara, seperti Thailand dan Singapura.
Aturan wajib lapor digital ini berlaku bagi hampir seluruh warga negara asing, termasuk pelancong dengan fasilitas bebas visa, pemegang e-visa, hingga warga keturunan Vietnam yang menetap di luar negeri dan masuk menggunakan visa.
Pelancong diwajibkan melengkapi formulir secara daring melalui situs resmi Departemen Imigrasi Vietnam dalam kurun waktu maksimal 72 jam sebelum jadwal ketibaan.
Sistem kartu kedatangan digital ini tidak akan menerima pengisian data jika dilakukan lebih awal dari batas waktu yang telah ditentukan tersebut.
Data primer yang harus disiapkan oleh wisatawan dalam formulir tersebut antara lain:
- Informasi detail paspor yang masih berlaku.
- Nomor penerbangan atau rincian transportasi kedatangan.
- Alamat lengkap akomodasi selama tinggal di Vietnam.
- Tujuan utama kunjungan.
Setelah sukses mengirimkan data, wisatawan akan menerima kode QR melalui alamat email yang didaftarkan. Kode unik tersebut wajib ditunjukkan kepada petugas imigrasi saat mendarat untuk dipindai.
Otoritas setempat menggambarkan prosedur ini serupa dengan proses check-in mandiri (online check-in) pada maskapai penerbangan, sehingga sangat praktis jika diselesaikan sebelum keberangkatan.
Konsekuensi Jika Tidak Mengisi
Bagi wisatawan yang belum melengkapi kartu kedatangan digital, pihak otoritas tetap memberikan izin untuk masuk ke wilayah Vietnam.
Namun, pemerintah menegaskan bahwa pelancong tersebut akan menghadapi proses pemeriksaan dokumen yang jauh lebih lambat di konter imigrasi dibandingkan mereka yang sudah mengantongi kode QR. Proses pengisian formulir ini diperkirakan hanya memakan waktu sekitar lima menit.
Oleh karena itu, para pelancong sangat disarankan untuk memasukkan agenda pengisian kartu kedatangan digital ini ke dalam daftar persiapan wajib sebelum bepergian, berdampingan dengan dokumen penting lainnya seperti paspor, visa, dan asuransi perjalanan.
(wiw)
Add
as a preferred source on Google

1 hour ago
3

















































