CNN Indonesia
Kamis, 15 Jan 2026 13:15 WIB
Ilustrasi musim salju di Jepang. (CHARLY TRIBALLEAU / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --
Bagi wisatawan mancanegara, peak season atau musim puncak liburan ke Jepang biasanya terjadi saat momen Bunga Sakura bermekaran, tapi tidak demikian bagi turis Indonesia, yang datang lebih banyak pergi ketika libur Lebaran.
Pada periode itu, wisatawan dunia akan menyerbu Negeri Sakura untuk liburan, baik solo traveling maupun liburan dengan teman dan keluarga.
Ketika peak season, sejumlah kota favorit di Jepang biasanya akan dipadati turis asing, terutama kota-kota paling populer atau yang biasa dijuluki "Golden Routes" seperti Tokyo, Osaka, Nagoya, Fukuoka, dan Sapporo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tokyo masih nomor satu. Kemudian Osaka apalagi Kyoto, dulu kan capital city, jadi banyak temples dan historical-nya. Setelah itu ada Sapporo di Hokkaido," kata Sales Manager Japan Airlines, Benny Herlian dalam acara Konferensi Pers Japan Travel Fair 2026 di World Trade Center 3, Jakarta, Rabu (14/1).
Libur Lebaran tahun ini ternyata diprediksi waktunya berdekatan dengan musim Bunga Sakura bermekaran, yakni pada akhir Maret hingga April. Momentum mekarnya kelopak Bunga Sakura menjadi salah satu alasan wisatawan mengunjungi Jepang di peak season.
"Jadi, biasanya yang selalu dicari itu adalah Sakura, masih nomor satu. Cherry blossom itu sangat indah sekali dan sangat limited period. Kali ini agak sedikit challenge bagi kita, di satu sisi Maret itu lebaran itu peak season, tapi Sakura itu mulainya biasanya akhir Maret sampai awal April," ungkapnya.
Meskipun diprediksi mekar pada akhir Maret sampai awal April yang masih berdekatan dengan libur Lebaran, tetapi kamu juga bisa melihat Bunga Sakura ketika sudah bukan peak season. Jika tak sempat lihat di Tokyo atau Osaka, masih ada area lain di mana Sakura mekar pada bulan Mei, yaitu di Sapporo, Hokkaido.
Sementara itu, ada yang unik di kalangan turis Indonesia, karena justru dinilai tak terlalu peduli dengan peak season, lebih mengincar musim salju di Jepang, yaitu di bulan Februari. Ini adalah pilihan tepat untuk menghindari padatnya destinasi dan kota populer Jepang ketika musim puncak.
"Terus juga yang paling unik adalah kalau untuk attraction, kalau untuk turis Indonesia itu paling unik. Karena mereka tidak peduli season. Jadi istilahnya yang penting di Jepang-nya pas bulan yang salju, orang Indonesia suka cari salju Februari, makanya pesawatnya ramai," ujar dia.
Indonesia sendiri merupakan salah satu penyumbang terbesar pariwisata Jepang dengan total 558.900 wisatawan sepanjang Januari-November 2025, tumbuh 26,3 persen dibandingkan periode Januari-November 2024.
(ana/wiw)

2 hours ago
1
















































