Pemain Amerika Serikat Folarin Balogun(Jean-Christophe VERHAEGEN / AFP))
UEFA ikut mengecam keputusan FIFA yang menangguhkan larangan bermain pemain Amerika Serikat Folarin Balogun. UEFA menilai keputusan tersebut telah melewati garis merah dan mengancam kredibilitas FIFA.
Folarin Balogun sebelumnya dijatuhi hukuman larangan tampil satu pertandingan setelah menerima kartu merah langsung saat Amerika Serikat mengalahkan Bosnia Herzegovina 2-0 pada babak 32 besar. Sesuai regulasi FIFA, kartu merah langsung otomatis berujung skors satu laga.
Namun, sehari menjelang duel babak 16 besar melawan Belgia, Komite Disiplin FIFA memutuskan menangguhkan hukuman tersebut selama satu tahun sehingga Balogun tetap bisa dimainkan.
Keputusan itu menuai kontroversi karena muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan melobi FIFA untuk meminta Presiden FIFA Gianni Infantino meninjau ulang sanksi terhadap Folarin Balogun. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio juga sebelumnya secara terbuka mendesak agar kartu merah Balogun dibatalkan.
Dalam pernyataan resminya, UEFA menilai keputusan FIFA telah mencederai prinsip dasar olahraga. UEFA menegaskan aturan merupakan fondasi kompetisi yang adil dan tidak boleh diubah secara semena-mena.
"Keputusan kemarin untuk menangguhkan selama satu tahun pelaksanaan hukuman otomatis satu pertandingan setelah kartu merah yang diterima Folarin Balogun telah melewati garis merah," tulis pernyataan resmi UEFA.
"Sepak bola, seperti olahraga lainnya, bergantung pada aturan yang menjadi dasar kompetisi yang adil, jujur, dan transparan. Memang ada aturan yang dapat ditafsirkan, tetapi dalam kasus ini tidak demikian."
Organisasi yang membawahkan sepak bola Eropa itu juga memperingatkan dampak keputusan pada kasus kartu merah Folarin Balogun bisa meluas hingga ke seluruh dunia. Sebab itu, UEFA menyatakan ketidakpercayaan atas keputusan FIFA tersebut.
Belgia menjadi pihak yang dirugikan karena harus menghadapi Amerika Serikat dengan kekuatan penuh. Pelatih Belgia Rudi Garcia bahkan menyindir keputusan FIFA sebagai April Mop.
"Saya tidak tahu kalau di Piala Dunia FIFA tanggal 5 Juli sekarang berubah menjadi 1 April, Hari April Mop," ucap Garcia.
(AFP/H-4)


















































