Jakarta, CNN Indonesia --
Wali Kota Serang Budi Rustandi meminta bantuan Gubernur Banten Andra Soni untuk menangani banjir di ibu kota provinsi tersebut.
Rustandi mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten akan mengambil alih penanganan banjir, khususnya terkait normalisasi sungai di kawasan Banten Lama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya ingin ada percepatan, maka saya meminta Gubernur Banten Andra Soni untuk ikut membantu. Akhirnya disepakati untuk percepatan di Kota Serang diambil alih provinsi, dan Jumat sore alat berat sudah turun," kata Budi, di Serang, Rabu (14/1), dikutip dari Antara.
Budi menjelaskan langkah ini diambil setelah pihaknya melakukan rapat koordinasi bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan dinas terkait.
"Saya ingin tahu sejauh mana penyelesaian dari Balai. Kesimpulannya, untuk penanganan Kali Ciwaka dikerjakan oleh Balai, sedangkan untuk Kali Banten Lama normalisasinya dibantu alat berat dari provinsi," ujarnya.
Rencananya pengerjaan normalisasi akan dimulai pada Sabtu (17/1) mendatang. Selain pengerukan sedimen, Budi menyebut normalisasi juga akan menyasar penertiban bangunan liar yang menghambat aliran air.
Menurut dia, terdapat sekitar sembilan bangunan liar semipermanen di titik prioritas Kali Banten Lama yang harus ditertibkan agar fungsi sungai kembali optimal.
"Sabtu kita mulai eksekusi normalisasinya. Untuk penertiban bangunan liar di kawasan Banten Lama yang lebih luas, nanti masuk tahap kedua karena perlu sosialisasi dan melibatkan BPN, Kejaksaan, serta TNI-Polri agar sesuai aturan," ujar Budi.
Sebelumnya, banjir terjadi di sejumlah titik Kota Serang, Banten, Senin (12/1). Salah satu lokasi banjir berada di Perumahan Grand Sutera, Kota Serang, Banten.
Banjir juga merendam RSUD Kota Serang yang lokasinya berdekatan dengan Perumahan Grand Sutera. Sejumlah kendaraan dibiarkan terendam, sebagian lagi di evakuasi keluar lapangan parkir.
(fra/an/fra)

1 hour ago
2















































