CNN Indonesia
Rabu, 14 Jan 2026 10:45 WIB
Ilustrasi. Dalam beberapa kondisi, perubahan warna feses bisa menjadi sinyal tubuh sedang tidak baik-baik saja. (iStockphoto/KittisakJirasittichai)
Jakarta, CNN Indonesia --
Warna feses yang tampak sepele ternyata bisa menjadi alarm awal berbagai gangguan kesehatan, termasuk penyakit serius pada saluran pencernaan.
Perubahan warna tinja yang tidak biasa kerap diabaikan karena dianggap memalukan atau sekadar efek makanan. Padahal dalam beberapa kondisi, perubahan warna feses bisa menjadi sinyal tubuh sedang tidak baik-baik saja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dokter spesialis gastroenterologi bersertifikasi ganda dari Harvard Medical School, Trisha Pasricha menegaskan memperhatikan warna tinja dapat membantu mendeteksi penyakit sejak lebih dini.
"Semua orang pernah mengalami tinja dengan warna yang tidak biasa. Sebagian memang dipengaruhi makanan, tapi sebagian lainnya bisa menjadi tanda masalah kesehatan yang perlu diwaspadai," kata Pasricha, dikutip dari Times of India.
Pada orang dewasa, warna feses yang normal adalah cokelat. Warna ini menandakan sistem pencernaan bekerja dengan baik, terutama proses empedu dan pigmen usus yang berjalan normal.
Perubahan warna tertentu perlu mendapat perhatian lebih, terutama jika berlangsung beberapa hari atau disertai keluhan lain.
Warna feses yang berhubungan dengan penyakit
Berikut warna feses yang patut dicurigai karena adanya indikasi penyakit.
1. Kuning
Tinja berwarna kuning bisa muncul akibat peningkatan kadar empedu. Kondisi ini kerap terjadi pada orang yang menjalani diet keto atau mengonsumsi suplemen tertentu seperti kunyit.
Namun, jika warna kuning disertai diare, berat badan turun, atau tubuh terasa lemas, bisa menjadi tanda gangguan penyerapan lemak atau masalah pada pankreas dan usus.
2. Putih atau pucat
Feses berwarna putih atau sangat pucat merupakan tanda serius. Warna ini menunjukkan empedu tidak mencapai usus akibat kemungkinan penyumbatan saluran empedu.
Tidak adanya bilirubin dalam tinja adalah alarm medis. Ini bisa mengindikasikan masalah pada hati, kantong empedu, atau saluran empedu. Kondisi ini perlu pemeriksaan segera.
3. Merah
Tinja merah bisa disebabkan oleh makanan berwarna merah seperti bit atau buah naga. Namun, jika tidak ada kaitan dengan makanan, warna merah dapat menandakan perdarahan pada saluran cerna bagian bawah, seperti usus besar atau rektum.
Dilansir dari Verywell health, kemungkinan penyebab medis dari feses berwarna merah meliputi sembelit, wasir, fisura anal (robekan kecil yang melapisi anus), atau radang usus.
4. Hitam
Feses hitam bisa muncul akibat konsumsi suplemen zat besi atau obat tertentu. Namun, jika teksturnya lengket dan berbau menyengat, ini bisa menandakan adanya perdarahan dari saluran cerna bagian atas, seperti lambung.
Darah yang bercampur asam lambung akan menghitam. Penyebab dari feses berwarna hitam adalah robekan pada kerongkongan, gastritis, cedera traumatis pada saluran pencernaan bagian atas, radang usus, hingga perdarahan varises.
Warna yang umumnya masih tergolong aman
Tidak semua perubahan warna feses menandakan penyakit. Beberapa warna masih tergolong normal dan dipengaruhi pola makan.
1. Hijau
Tinja hijau biasanya muncul akibat konsumsi sayuran hijau atau pewarna makanan. Pada sebagian orang, makanan yang bergerak terlalu cepat di usus juga dapat menyebabkan warna ini.
2. Ungu atau keunguan
Warna ungu dapat berasal dari antosianin, antioksidan alami yang terdapat dalam buah beri, anggur merah, atau makanan tinggi pigmen alami. Kondisi ini umumnya tidak berbahaya.
Perubahan warna feses patut diwaspadai jika berlangsung lebih dari beberapa hari, muncul tanpa sebab jelas, atau disertai gejala seperti nyeri perut, penurunan berat badan, demam, pusing, atau lemas.
Memperhatikan warna tinja mungkin terasa tidak nyaman, tetapi kebiasaan sederhana ini bisa menjadi langkah penting untuk mengenali gangguan kesehatan sejak dini.
(nga/fef)

1 hour ago
1

















































