Timur Tengah Mencekam, Shopping Mall Berubah Jadi 'Kuburan'

1 hour ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Konflik yang tengah memanas di sejumlah negara Timur Tengah otomatis membuat banyak orang menghindari aktivitas di ruang publik. Akibatnya, Di Dubai dan pusat perbelanjaan besar Timur Tengah lainnya, banyak toko di mall menutup gerai mereka, sebagian beroperasi dengan staf terbatas karena konflik yang meningkat di kawasan tersebut menyebabkan kekacauan bagi bisnis. Kondisi ini tak pelak membuat pusat perbelanjaan sepi bak kuburan.

Hingga Selasa, perang udara antara AS-Israel melawan Iran terus meluas dan belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Teheran menembakkan rudal dan drone ke negara-negara Teluk sebagai pembalasan atas pemboman pada akhir pekan lalu yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran.

Chalhoub Group, yang mengelola 900 toko untuk merek-merek mewah termasuk Versace, Jimmy Choo hingga Sephora, mengatakan toko-tokonya di Bahrain ditutup, sementara pasar lain, termasuk UEA, Arab Saudi, dan Yordania tetap buka meskipun kehadiran staf bersifat "sukarela."

"Kami beroperasi dengan tim terbatas yang terdiri dari staf yang secara sukarela dan merasa nyaman untuk datang ke toko," kata Wakil Presiden Komunikasi Chalhoub, Lynn al Khatib, kepada Reuters.

Raksasa e-commerce Amazon menutup operasi di Abu Dhabi, menangguhkan pengiriman di seluruh wilayah, dan menginstruksikan karyawannya di Arab Saudi dan Yordania untuk tetap berada di dalam ruangan, lapor Business Insider pada hari Senin, mengutip memo internal.

Pemilik Gucci, Kering, mengatakan toko-tokonya ditutup sementara di UEA, Kuwait, Bahrain, dan Qatar.

Mesin pertumbuhan barang mewah terancam

Saham di grup barang mewah LVMH, Hermes, dan pemilik Cartier, Richemont, turun 4 persen hingga 5,7 persen pada Senin sore karena investor khawatir akan dampak lanjutan dari konflik tersebut.

Timur Tengah masih menyumbang sebagian kecil dari pengeluaran global untuk barang mewah, sekitar 5 persen hingga 10 persen, menurut analis RBC, Piral Dadhania. Namun, menurut perusahaan konsultan Bain, Timur Tengah merupakan "wilayah dengan kinerja terbaik di sektor barang mewah" pada tahun lalu, ketika penjualan tas tangan mahal mengalami stagnasi di seluruh dunia.

Kini, bandara yang ditutup otomatis menghentikan arus pariwisata ke wilayah tersebut secara tiba-tiba. Ditambah serangan rudal - termasuk yang merusak hotel bintang lima Fairmont Palm di Dubai - kemungkinan akan menghalangi wisatawan, terutama jika konflik berlanjut.

(hsy/hsy)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |