CNN Indonesia
Rabu, 14 Jan 2026 20:45 WIB
Ilustrasi. Kebiasaan sehari-hari berikut dapat memberi dampak besar pada kesehatan metabolik terutama gula darah dan meningkatkan risiko diabetes. (iStockphoto/neirfy)
Jakarta, CNN Indonesia --
Kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari ternyata dapat memberi dampak besar pada kesehatan metabolik terutama gula darah.
Bahkan, tanpa disadari pola hidup tertentu bisa meningkatkan risiko diabetes tipe 2, meski usia dan faktor genetik juga turut berpengaruh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Misalnya kebiasaan tidak sarapan, duduk terlalu lama, hingga kebiasaan mengonsumsi makanan olahan. Hal-hal tersebut mungkin terlihat sepele, tetapi jika dilakukan setiap hari bisa berdampak pada kesehatan.
Melansir dari AARP, beberapa kebiasaan berikut perlu diwaspadai karena bisa meningkatkan risiko diabetes.
1. Melewatkan sarapan
Ilustrasi. Kebiasaan sehari-hari berikut dapat memberi dampak besar pada kesehatan metabolik terutama gula darah dan meningkatkan risiko diabetes. (iStock/FreshSplash)
Banyak perdebatan mengenai manfaat sarapan bagi kesehatan. Sebuah studi yang dipublikasikan The Journal of Nutrition menunjukkan bahwa orang yang sering melewatkan sarapan memiliki risiko diabetes lebih tinggi dibanding mereka yang rutin makan pagi.
Menurut Melinda Maryniuk, ahli gizi di Boston, melewatkan sarapan membuat seseorang cenderung makan lebih banyak sepanjang hari. Secara tidak sadar, porsi makan membesar karena merasa menghemat kalori di pagi hari.
Hal terpenting saat sarapan yang harus diperhatikan adalah mengombinasikan protein, lemak sehat, dan karbohidrat kaya serat misalnya roti gandum, telur, smoothie dari yogurt, atau alpukat.
2. Duduk terlalu lama tanpa bergerak
Banyak orang memahami pentingnya olahraga, tetapi tidak menyadari bahwa duduk terlalu lama juga dapat meningkatkan risiko diabetes.
Sebuah studi dari Diabetes Care yang melibatkan lebih dari 475.000 orang, menemukan bahwa mengganti 30 menit waktu duduk setiap hari dengan aktivitas fisik menurunkan risiko diabetes tipe 2 sebesar 6 hingga 31 persen.
Untuk menghentikan kebiasaan duduk terlalu lama, bisa mulai dengan melakukan peregangan saat menonton televisi, berjalan sambil menerima telepon, atau mengatur alarm untuk berdiri setiap setengah jam.
3. Kurang tidur
Kurang tidur bukan hanya membuat lelah, tetapi juga dapat mengganggu regulasi gula darah. Studi menunjukkan lebih dari 337.000 orang mengalami sulit tidur karena memiliki kadar gula darah tinggi dibandingkan dengan tidur nyenyak.
Saat tubuh kurang tidur, kadar hormon stres seperti kortisol meningkat yang dapat menyebabkan lonjakan gula darah.
Kualitas tidur yang buruk juga memicu rasa lapar berlebihan dan meningkatkan keinginan makan makanan manis atau kaya karbohidrat. Kombinasi ini dapat meningkatkan risiko obesitas dan diabetes tipe 2.
4. Merokok
Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, merokok meningkatkan risiko diabetes sebesar 30 hingga 40 persen. Merokok berperan dalam jutaan kasus diabetes di seluruh dunia.
Untuk berhenti merokok, dokter dapat merekomendasikan terapi pengganti nikotin (permen hisap, permen karet, semprotan hidung) atau obat penghenti rokok (seperti chatix dan zyban).
5. Mengonsumsi makanan olahan
Makanan olahan seperti sereal manis, daging olahan, camilan kemasan, dan makanan siap saji dapat mengakibatkan risiko diabetes.
Setiap peningkatan 10 persen konsumsi makanan olahan berkaitan dengan peningkatan risiko diabetes sebesar 15 persen.
Orang yang sering mengonsumsi makanan olahan cenderung makan lebih banyak kalori dan lebih jarang merasa kenyang sehingga berisiko mengalami kenaikan berat badan. Oleh karena itu, pola makan ini sering berujung pada resistensi insulin.
6. Kurangnya interaksi sosial dengan orang sekitar
Merasa kesepian dalam jangka panjang juga dapat meningkatkan risiko diabetes. Studi dari Diabetologia menemukan bahwa orang yang merasa sangat kesepian memiliki risiko dua kali lipat terkena diabetes tipe 2.
Para peneliti mengatakan bahwa lebih fokus pada kualitas hubungan sosial, dibandingkan kuantitasnya dapat membantu menurunkan risiko diabetes tipe 2.
(nga/juh)

2 hours ago
1















































