Working Holiday Visa Australia Makin Diburu, Ini yang Harus Disiapkan

7 hours ago 6

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Minat generasi muda Indonesia mengikuti program Working Holiday Visa (WHV) Australia terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Di tengah kuota tahunan yang terbatas dan persaingan yang semakin ketat, persiapan dokumen, termasuk kemampuan bahasa Inggris, dinilai menjadi faktor penting untuk meningkatkan peluang lolos seleksi.

Berdasarkan data GoodStats, jumlah warga Indonesia yang memperoleh Working Holiday Visa Australia terus meningkat sepanjang 2022 hingga 2025. Tingginya minat tersebut membuat kuota tahunan kerap habis hanya dalam hitungan menit hingga jam setelah pendaftaran dibuka.

Kondisi tersebut mendorong calon pelamar menyiapkan dokumen sejak jauh hari, mulai dari paspor, bukti dana, dokumen pendidikan, Surat Dukungan untuk Work and Holiday Visa (SDUWHV), hingga hasil tes kemampuan bahasa Inggris seperti International English Language Testing System (IELTS).

British Council Indonesia menilai persiapan IELTS perlu dilakukan lebih awal karena pencapaian skor yang dipersyaratkan kerap membutuhkan waktu belajar yang terstruktur, bahkan lebih dari satu kali mengikuti tes.

Selain menjadi persyaratan administrasi visa, kemampuan bahasa Inggris juga dibutuhkan untuk mendukung aktivitas peserta selama tinggal dan bekerja di Australia, mulai dari berkomunikasi di tempat kerja hingga menjalani kehidupan sehari-hari.

Head of Sales and Account Management British Council Indonesia Arnold Simanjuntak mengatakan, meningkatnya minat terhadap WHV mencerminkan semakin besarnya mobilitas masyarakat Indonesia ke luar negeri.

“Diaspora Indonesia di Australia terus berkembang, mencerminkan meningkatnya mobilitas masyarakat serta semakin eratnya hubungan ekonomi antara kedua negara. Seiring dengan meningkatnya minat terhadap program WHV, kemampuan bahasa Inggris yang baik menjadi semakin penting bagi para pelamar untuk memaksimalkan peluang yang tersedia,” kata Arnold, Jumat (17/7/2026).

Untuk mendukung persiapan peserta, British Council menyediakan berbagai materi pembelajaran, salah satunya melalui platform IELTS Ready Premium yang dapat diakses peserta setelah mendaftar tes IELTS. Platform tersebut menyediakan materi resmi, simulasi ujian, hingga fitur umpan balik berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk kemampuan Speaking dan Writing.

Selain itu, British Council juga menyediakan fitur One Skill Retake yang memungkinkan peserta mengulang satu bagian tes tanpa harus mengikuti keseluruhan ujian. Hasil tes IELTS melalui British Council juga umumnya tersedia dalam waktu satu hingga dua hari sehingga membantu peserta menyusun rencana pengajuan visa.

Salah satu penerima Working Holiday Visa, Jennifer Amanda, mengatakan materi persiapan resmi IELTS membantunya menghadapi proses seleksi.

“Bagi saya, WHV bukan sekadar cara untuk keluar dari rutinitas, melainkan kesempatan untuk berkembang, menjelajahi pengalaman baru, dan memperoleh perspektif yang mungkin hanya datang sekali seumur hidup. Mempersiapkan diri dengan materi resmi IELTS dari British Council sangat membantu saya selama proses persiapan,” ujarnya.

British Council menilai persiapan bahasa Inggris yang dilakukan sejak dini dapat membantu calon peserta meningkatkan kesiapan menghadapi proses seleksi yang semakin kompetitif sekaligus mendukung adaptasi saat tinggal dan bekerja di Australia.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |