25 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas Ekstrem di Amerika Serikat

5 hours ago 2
25 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas Ekstrem di Amerika Serikat Sebuah papan iklan menampilkan suhu 118 derajat Fahrenheit (48 derajat Celcius) selama gelombang panas yang memecahkan rekor di Phoenix, Arizona diambil 2023(Patrick T. Fallon / AFP)

GELOMBANG panas ekstrem yang melanda wilayah Amerika Serikat (AS) dilaporkan telah menelan 25 korban jiwa. Cuaca panas yang menyengat ini tersebar di beberapa wilayah mulai dari Deep South, Midwest, hingga Pesisir Timur.

Berdasarkan laporan dari saluran berita NBC, Minggu (5/7), mayoritas kematian terjadi di negara bagian New Jersey. Pejabat kesehatan setempat, Dalya Eweis, mengonfirmasi bahwa jumlah kematian terkait panas di New Jersey meningkat dari 19 menjadi 22 orang, Sabtu (4/7).

Selain di New Jersey, korban jiwa juga dilaporkan di negara bagian lain. Tercatat satu kematian terjadi di Illinois dan dua kematian di Mississippi akibat kondisi cuaca yang serupa.

Rekor Suhu di Washington DC

Puncak gelombang panas ini bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan AS pada 4 Juli. Laporan ABC menyebutkan suhu di Washington, DC mencapai 38,8 derajat Celcius. Angka ini memecahkan rekor suhu tertinggi yang pernah tercatat di ibu kota AS tersebut dalam lebih dari 100 tahun terakhir.

Kondisi ekstrem juga terpantau di New York pada Kamis (2/7), di mana suhu melonjak hingga 100,4 derajat Fahrenheit atau sekitar 38 derajat Celcius. Panas yang menyengat tersebut bahkan dilaporkan menyebabkan aspal di beberapa titik jalan meleleh.

Gangguan Infrastruktur dan Pemadaman Listrik

Cuaca panas ekstrem yang disertai badai petir musim panas ini berdampak serius pada stabilitas infrastruktur publik, terutama jaringan listrik. Pada Sabtu (4/7), sedikitnya 840.000 rumah tangga di beberapa negara bagian mengalami pemadaman listrik massal.

Krisis cuaca ini juga memaksa otoritas di beberapa kota di wilayah Pesisir Timur untuk mengambil langkah darurat. Sejumlah acara peringatan Hari Kemerdekaan terpaksa dibatalkan atau dijadwal ulang demi keselamatan publik guna menghindari risiko serangan panas (heatstroke) bagi warga. (Ant/H-4)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |