tim | CNN Indonesia
Minggu, 22 Mar 2026 13:43 WIB
Super grup K-Pop BTS kembali membuktikan kiprahnya sebagai salah satu kelompok vokal pria paling berpengaruh di Korea Selatan. Ilustrasi. (REUTERS/Minwoo Park).
Jakarta, CNN Indonesia --
Super grup K-Pop BTS kembali membuktikan kiprahnya sebagai salah satu kelompok vokal pria paling berpengaruh di Korea Selatan. Hal ini tercermin dari kemunculan kembali (comeback) mereka yang disambut sekitar 40 ribu penggemar alias ARMY yang memadati pusat kota Seoul.
Para penggemar hadir berbondong-bondong untuk menyaksikan konser comeback grup K-pop BTS setelah hiatus selama empat tahun.
Mengutip YNA Korea, Minggu (22/3), konser yang digelar di Gwanghwamun Square pada Sabtu malam itu menarik sekitar 40 ribu hingga 42 ribu orang, menurut kepolisian setempat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Area konser mencakup sekitar 22 ribu kapasitas penonton berdiri yang membentang dari Gwanghwamun Square hingga Balai Kota Seoul. Sejumlah penggemar lainnya menyaksikan pertunjukan melalui layar besar di gedung sekitar maupun berkumpul di area plaza.
Otoritas setempat memperketat pengamanan dengan menurunkan sekitar 15 ribu personel, termasuk 6.700 polisi, menyusul membludaknya pengunjung dari dalam dan luar negeri.
Rekayasa lalu lintas juga diberlakukan, dengan akses kendaraan ke jalan utama di sekitar lokasi ditutup sejak Jumat malam dan pembatasan diberlakukan hingga Sabtu malam.
Operasional kereta bawah tanah turut disesuaikan, dengan sejumlah stasiun dilewati tanpa pemberhentian sejak siang hari dan layanan normal kembali setelah pukul 22.00 waktu setempat.
Pemerintah mendirikan pusat kendali di lokasi untuk memantau kondisi kerumunan secara real-time, sementara pasukan khusus kepolisian terlihat melakukan pemeriksaan di panggung utama konser.
Sebagai bagian dari pengamanan, area pengendalian massa sepanjang 1,2 kilometer dengan lebar 200 meter dipasang pagar dan dilengkapi 31 pintu masuk dengan detektor logam.
Polisi juga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi ancaman teror dengan menaikkan status siaga dan membatasi akses senjata api, termasuk mewajibkan penyimpanan senjata di kantor polisi.
Selain itu, layanan loker di 17 stasiun kereta bawah tanah ditutup sementara. Sementara otoritas menyiapkan tiga pos medis di sekitar lokasi serta 11 pos kesehatan tambahan dari panitia untuk mengantisipasi kondisi darurat.
(ldy/sfr)
Add
as a preferred source on Google

13 hours ago
1

















































